Metode Pemadatan Beton

Pemadatan beton merupakan tahap dari pengerjaan beton yang dikerjakan setelah pengecoran beton. Setelah kita membahas tentang pengecoran di “Pengecoran Jalan Beton”, proses selanjutnya dalam pembangunan jalan beton adalah pemadatan beton. Tidak hanya pada jalan saja, proses pemadatan ini juga dilakukan di berbagai proyek konstruksi yang menggunakan beton.

Metode Pemadatan Beton

Secara umum metode pemadatan beton dibagi menjadi 2 yaitu pemadatan internal dan eksternal. Meskipun keduanya mempunyai cara yang berbeda, namun keduanya mempunyai tujuan yang sama yaitu memadatkan beton. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasannya :

Metode Pemadatan Beton

a. Metode Pemadatan Beton Internal

Metode pemadatan internal dilakukan dengan cara memberikan getaran pada adukan beton yang sudah dituang dari dalamnya. Pemberian getaran ini dilakukan pada setiap titik agar tidak mengganggu pengaturan bekisting yang sudah terpasang.

Metode ini dapat dilakukan tidak hanya pada proyek besar saja. Metode ini bisa dilakukan pada pembuatan beton untuk balok sloof, dak, balok ring kolom dan bagian lainnya yang mendukung. Metode pengerasan beton ini juga biasa diaplikasikan dalam pengecoran beton pada pembuatan jalan beton.

Pada metode ini membutuhkan alat bantu yaitu mesin vibrator atau yang lebih dikenal immersion vibrator atau needle vibrator. Mesin ini terdiri dari 3 bagian utama yaitu :

  1. Bagian Power Unit

Bagian ini menjadi sumber energi untuk menggerakan mesin sesuai dengan jenisnya. Ada 2 tipe jenis mesin ini yaitu yang memakai energi listrik dan bahan bakar minyak.

  1. Bagian Flexible Shaft

Bagian ini mempunyai bentuk seperti selang yang fleksibel sehingga mudah digerakkan.

  1. Bagian Needle

Bagian ini adalah bagian mesin yang menggetarkan adukan beton atau disebut kepala vibrator yang ditusukkan ke adukan beton. Bagian ini bisa bergetar hingga 12.000 putaran vibrasi per menitnya untuk menghasilkan kepadatan optimal beton yang bebas rongga dan permukaannya rata.

Mesin ini mempunyai cara kerja yang bisa dibilang sederhana dimana setelah adukan beton dituang mesin bisa segera dinyalakan. Setelah itu bagian fleksibel shaft dapat diarahkan ke titik pemadatan, lakukan pada beberapa titik yang akan dipadatkan.

Saat menggunakan mesin vibrator ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Pastikan jarak antar titik minimal 60 cm.
  2. Lakukan pemadatan pada satu titik dengan waktu 30 – 120 detik saja. Namun bila permukaan beton di sekitar batang vibrator sudah mengkilap maka hentikan proses pemadatan. Selain itu bila ada gelembung udara dari tuangan beton, suara mesin berubah atau adanya perubahan getaran maka segera hentikan mesinnya.
  3. Masukkan kepala vibrator hingga dasar cor beton namun jangan sampai mengenai tulangan atau bekistingnya. Karena bila mengenai maka akan timbul retakan kecil karena seluruh settingannya juga akan bergetar.
  4. Jangan gunakan batang atau kepala vibrator untuk meratakan tuangan beton.
  5. Saat memasukkan kepala vibrator ke tuangan beton lakukanlah dengan cepat, namun saat mencabutnya lakukan dengan perlahan. Hal ini agar kepala vibrator tidak meninggalkan bekas pada tuangan beton.
  6. Bila sudah tidak digunakan segera matikan mesin untuk menghindari overheating atau rusak mesin.

b. Metode Pemadatan Beton Eksternal

Metode pemadatan eksternal juga memberikan getaran, namun getaran ini dilakukan di bagian luar beton. Metode ini dilakukan dengan menempelkan mesin vibrator pada cetakan atau formwork, umumnya metode ini dilakukan pada pabrikasi beton precast atau beton pracetak.

Beton precast merupakan beton bertulang hasil pencetakan dengan beragam bentuk yang mengikuti standarisasi tertentu. Metode ini biasa dilakukan pada proses pembuatan gorong-gorong, U ditch, drainase,  saluran irigasi, parit, dan sebagainya. Metode ini juga dipakai dalam konstruksi pembuatan dinding beton dan kolom beton.

Metode ini menggunakan alat bantu yaitu mesin shutter vibrator, mesin ini akan menjadi bagian dari formwork ketika digunakan. Penggunaan mesin ini adalah untuk menutup rongga yang ada dalam adukan beton. Secara umum mesin ini mempunyai 3 bagian utama yaitu :

  1. Bagian Mesin Shutter Vibrator

Sumber tenaga mesin ini umumnya memakai energi listrik dan bagian tubuh mesin shutter vibrator yang akan menghasilkan getarannya.

  1. Bagian Breket

Bagian ini berguna untuk menempelkan mesin shutter vibrator pada formwork meskipun kesannya hanya sebagai pelengkap saja. Breket ini umumnya berupa plat besi atau baja untuk menopang mesin shutter vibrator.

  1. Bagian Safety Belt

Ini merupakan bagian pengaman berupa tali guna mengantisipasi apabila mesin terlepas ketika digunakan.

Demikian adalah 2 metode umum dalam pemadatan beton, keduanya sama-sama menggunakan getaran dalam memadatkan beton. Dengan memberikan getaran maka gesekan antar butiran agregat kasar dapat ditiadakan dan buih udara dalam adukan beton bisa keluar naik. Dengan pemadatan yang baik akan menghasilkan beton yang padat, tidak cacat, kedap air dengan daya tahan yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Cart (0 items)
No products in the cart.