Konstruksi Jembatan Beton dan Baja

Konstruksi Jembatan Beton dan Baja – Setelah kita sedikit mengenal jembatan di “Tahapan Pembuatan Jembatan”. Selanjutnya kita akan membahas tentang tahap pertama dalam pembuatan jembatan yaitu pekerjaan struktur / konstruksi jembatan. Tahap ini merupakan proses pertama untuk membangun pondasi jembatan yang kokoh dan akan menunjang untuk proses selanjutnya.

Konstruksi Jembatan Beton dan Baja

Pekerjaan struktur konstruksi jembatan ini meliputi :

  • struktur pondasi
  • struktur abutment
  • struktur pilar
  • struktur lantai jembatan
  • struktur kabel
  • struktur oprit

Proses erection lantai jembatan merupakan proses terpenting dalam pembuatan struktur jembatan, banyak metode yang bisa digunakan untuk membangun erection lantai jembatan. Berbagai metode yang akan digunakan nantinya harus mempertimbangkan beberapa faktor sebagai berikut :

  • Kondisi medan di lapangan
  • Jenis atau tipe alat yang digunakan dalam proyek
  • Bagaimana kondisi akses menuju ke lokasi proyek
  • Pertimbangan lalu lintas lama
  • Material struktur jembatan yang berupa konstruksi baja atau beton
  • Seberapa lama waktu pelaksanaan

Setelah mempertimbangkan berbagai aspek tersebut, secara umum pekerjaan pada struktur konstruksi jembatan adalah sebagai berikut :

Pekerjaan Struktur / Konstruksi Jembatan Beton dan Baja

  • Proses penyiapan balok jembatan atau girder jembatan. 
  • Proses penggalian Struktur Abutment jembatan.
  • Pembuatan atau pembangunan pondasi jembatan berdasarkan tipe pondasi yang sudah ditentukan seperti tiang pancang, bored pile, pondasi sumuran, dsb.
  • Tahap pembuatan abutmen jembatan dan Pilar Jembatan.
  • Proses pemasangan balok girder di atas abutment, dilanjutkan pemasangan elastomeric bearing untuk memasang pilar.
  • Selanjutnya adalah proses pemasangan diafragma tepi dan tengah diantara balok-balok girder yang telah dipasang pada proses sebelumnya.
  • Proses pemasangan plat deck yang digunakan sebagai bekisting bagian bawah lantai jembatan.
  • Proses pemasangan besi tulangan sebagai lantai jembatan, dilanjutkan dengan pipa drainase jembatan dan pipa utilitas.
  • Proses pembuatan plat injak jembatan di bagian bawahnya dan dilanjutkan dengan proses pengecoran beton ready mix pada lantai jembatan.

Dalam pembuatan erection lantai jembatan ada beberapa metode yang biasanya digunakan untuk membangun konstruksi jembatan. Berikut adalah beberapa metode tersebut :

Jenis Konstruksi Jembatan

Dalam pembuatan konstruksi atau struktur jembatan ada beberapa sistem yang umum digunakan oleh kontraktor. Berikut adalah beberapa sistem konstruksi jembatan tersebut :

1. Sistem Perancah

Keunggulan penggunaan sistem perancah adalah sebagai berikut :

  • Meminimalisir pemakaian alat angkat berat baik service crane maupun gantry, hal ini karena pengecoran yang dilakukan langsung ditempat.
  • Dengan minimnya penggunaan alat berat maka juga akan meminimalisir pembiayaan dalam pembangunan.

Kelemahan penggunaan sistem perancah adalah sebagai berikut :

  • Tingkat produktivitas yang cenderung rendah karena proses persiapan (formwork dan peracah) yang lama untuk mempersiapkan pekerjaan cor ditempat. Ditambah lagi dengan proses penyetingan beton.
  • Memerlukan tipe tanah yang baik sebagai dudukan, bila tidak maka diperlukan struktur pondasi khusus. Pondasi ini mencakup luasan telapak yang cukup lebar maupun pemakaian pondasi dalam.

2. Sistem Servis Crane

Keunggulan penggunaan sistem servis crane adalah sebagai berikut :

  • Tingginya tingkat produktivitas erection.
  • TIdak dipengaruhi oleh kondisi tanah yang ada di bawah lantai jembatan asalkan mampu dilewati untuk manuver alat berat.

Kelemahan penggunaan sistem servis crane adalah sebagai berikut :

  • Karena memerlukan penggunaan alat berat seperti crane maka membutuhkan biaya yang lebih besar karena biaya sewanya yang relatif mahal.
  • Harus memadainya akses menuju lokasi proyek untuk mobilisasi service crane.

3. Sistem Launching Truss

Keunggulan penggunaan sistem launching truss adalah sebagai berikut :

  • Apapun kondisi di bawah lantai jembatan tidak akan mempengaruhi meskipun sepenuhnya sungai.

Kelemahan penggunaan sistem launching truss adalah sebagai berikut :

  • Memerlukan penggunaan alat berat yang akan memakan biaya yang tinggi.
  • Karena tipe ini belum banyak sub kontraktor erection yang memilikinya maka diperlukan sistem booking alat yang memadai.
  • Memerlukan waktu tambahan bagi erection truss maupun sistem angkat dan menempatkan girder sehingga produktivitasnya relatif rendah.

4. Sistem Counter Weight dan Link Set

Apabila konstruksi jembatan yang digunakan adalah rangka baja maka memerlukan penggunaan alat angkat service crane. Alat berat ini harus diletakkan diatas ponton maupun konvensional gantry merupakan cara yang banyak digunakan. Hal ini diperlukan dalam pengangkatan dan pemasangan batang baja pada posisinya.

Sistem ini umumnya diambil dari konstruksi rangka baja yang belum dipasang, terlebih lagi dengan dengan penambahan extra beban. Tujuannya adalah agar erection dengan sistem cantilever bisa dilakukan.

Sedangkan pemakaian “link set” digunakan untuk menghubungkan satu span rangka yang telah siap sebagai konstruksi counter weight untuk proses konstruksi rangka di span berikutnya.

5. Sistem Launching Gantry

Apabila konstruksi lantai jembatan berupa struktur beton precast segmental-box, maka diperlukan penggunaan alat launching gantry. Pada sistem ini membutuhkan kecepatan erection tinggi dan ditunjang dengan sistem feeding segmental pada sisi belakang alat.

6. Sistem Traveller atau Heavy Gantry

Sistem ini digunakan pada jembatan dengan tipe balance box cantilever, terlebih lagi bila lantai jembatan dibuat dengan pengecoran di tempat. Namun apabila sistem ini menggunakan beton precast box segmental, maka membutuhkan alat angkat gantry. Alat berat ini juga digunakan pada konstruksi jembatan kabel, terlebih lagi pada tipe cable stay.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Cart (0 items)
No products in the cart.