Prosedur Investigasi OOS Viskositas sesuai 21 CFR dengan Viscosity Flow Cup NOVOTEST VZ-246P

NOVOTEST VZ-246P Flow Cup Viskositas - Alat ukur viskositas farmasi sesuai standar FDA, tampak cup logam dengan lubang bawah.
Setiap batch produk farmasi membawa konsekuensi langsung terhadap keselamatan pasien. Ketika hasil pengujian viskositas jatuh di luar batas spesifikasi yang ditetapkan, Quality Control tidak bisa mengabaikannya sebagai anomali statistik. Regulasi 21 CFR Part 211.192 secara eksplisit mewajibkan investigasi menyeluruh terhadap setiap kegagalan yang tidak terjelaskan — termasuk penyimpangan pada atribut mutu kritis seperti viskositas. Di lini produksi, Viscosity Flow Cup NOVOTEST VZ-246P sering menjadi alat skrining pertama yang mendeteksi potensi masalah. Desainnya yang portabel memungkinkan operator mengambil keputusan cepat saat memantau proses pencampuran sirup atau formulasi suspensi. Namun, flow cup hanyalah titik awal. FDA Guidance for Industry tentang Investigating OOS Test Results menuntut verifikasi menggunakan metode kompendial sebelum batch dinyatakan gagal. Artikel ini menguraikan prosedur investigasi OOS viskositas secara sistematis — dari deteksi awal dengan NOVOTEST VZ-246P hingga konfirmasi akhir yang memenuhi kepatuhan 21 CFR — sehingga laboratorium Anda tidak hanya bereaksi terhadap penyimpangan, tetapi memahami akar penyebabnya secara saintifik.

Overview Regulasi dan Standar Industri untuk Viskositas Farmasi

Posisi Flow Cup dalam Hierarki Metode Pengujian

Viskositas bukan sekadar angka pada sertifikat analisis. Pada sediaan cair seperti sirup antitusif, suspensi antibiotik, atau emulsi parenteral, viskositas menentukan homogenitas dosis, stabilitas fisik, dan pengalaman penggunaan pasien. Bagi regulator, parameter ini adalah atribut mutu kritis yang terikat langsung pada keamanan dan efikasi produk.

Regulasi 21 CFR Part 211.192 mengamanatkan bahwa setiap hasil pengujian di luar spesifikasi yang tidak dapat diterima harus melalui investigasi tertulis. Ketentuannya diperkuat oleh FDA Guidance for Industry: Investigating Out-of-Specification (OOS) Test Results (2006), yang membedakan antara kesalahan laboratorium yang dapat ditelusuri (assignable cause) dan investigasi penuh yang mencakup proses manufaktur.

Dalam konteks pengujian viskositas, farmakope mengakui beberapa metode resmi. USP <911> menetapkan prosedur viskometer kapiler untuk penentuan viskositas kinematik, sementara USP <912> mencakup rheometri rotational untuk karakterisasi perilaku aliran yang lebih kompleks. Kedua metode ini bersifat kompendial — hasilnya menentukan keputusan rilis batch.

Flow cup seperti NOVOTEST VZ-246P beroperasi pada ranah berbeda. Berbasis gravimetri dengan prinsip pengukuran waktu alir melalui orifice terkalibrasi, alat ini masuk kategori metode in-process. Standar industri seperti ASTM D4212 untuk dip-type viscosity cups atau ISO 2431 untuk flow cup mengakui kegunaannya dalam pengendalian proses, tetapi tidak menggantikan metode kompendial untuk pengujian rilis resmi. Posisinya strategis sebagai alat skrining cepat — mendeteksi anomali sebelum batch berlanjut ke tahap pengujian akhir yang lebih memakan waktu dan biaya.

Persyaratan dan Scope Investigasi OOS Viskositas

Kapan dan Bagaimana Memulai Investigasi

Hasil viskositas dinyatakan Out-of-Specification ketika nilai terukur berada di luar rentang yang ditetapkan dalam dokumen spesifikasi produk, baik melebihi batas atas maupun berada di bawah batas bawah. Deteksi ini memicu serangkaian tindakan wajib yang waktu pelaksanaannya bersifat kritis.

Tindakan Segera:

  • Batch yang bersangkutan harus disegregasi secara fisik dan sistem, menunggu hasil investigasi.
  • Laboratorium wajib memberitahu unit Quality Assurance (QA) secara formal menggunakan form OOS yang terdokumentasi.
  • Sampel cadangan, sampel dari batch, dan semua data mentah pengujian harus diamankan untuk mencegah perubahan atau penghilangan.
  • Stabilitas sampel perlu dievaluasi karena penundaan analisis dapat menghasilkan data yang tidak representatif.

Scope investigasi OOS viskositas mencakup tiga domain utama. Pertama, kemungkinan kesalahan laboratorium: ketidakakuratan instrumen, penyimpangan prosedur pengujian, atau kesalahan perhitungan. Kedua, kesalahan pengukuran: kondisi lingkungan yang tidak terkendali, teknisi penguji yang belum kompeten, atau prosedur sampling yang tidak representatif. Ketiga, penyimpangan proses manufaktur: formulasi yang tidak konsisten, parameter pencampuran yang tidak optimal, atau degradasi bahan baku.

FDA Guidance menekankan pentingnya membedakan antara assignable cause — kesalahan yang dapat ditelusuri dan dibuktikan secara objektif — dan situasi di mana laboratorium tidak dapat mengidentifikasi penyebab spesifik pada fase awal. Ketika assignable cause terkonfirmasi, seperti kesalahan operator yang jelas atau penyimpangan suhu yang terdokumentasi, pengujian awal dapat dinon-validasi. Namun, hasil tidak dapat begitu saja dibatalkan tanpa justifikasi ilmiah dan dokumentasi formal.

Verifikasi awal menjadi langkah kritis. Sebelum batch dilimpahkan ke investigasi manufaktur penuh, laboratorium harus mengkonfirmasi bahwa hasil OOS bukan artefak pengukuran. Ini mensyaratkan pengujian ulang menggunakan metode kompendial — viskometer kapiler atau rheometer rotational — yang kalibrasi dan kesesuaian sistemnya telah diverifikasi. Flow cup NOVOTEST VZ-246P yang mungkin mendeteksi penyimpangan awal tidak dapat digunakan untuk konfirmasi akhir karena keterbatasan akurasi dan presisinya dibandingkan instrumen kompendial.

Metode Pengujian yang Diwajibkan dalam Investigasi OOS Viskositas

Konfirmasi dengan Instrumen Kompendial

Investigasi OOS yang valid memerlukan hierarki metode pengujian yang jelas. Flow cup berperan sebagai alat skrining, tetapi keputusan akhir harus didasarkan pada metode yang diakui farmakope. Dua kategori utama yang digunakan dalam investigasi viskositas adalah viskometer kapiler dan rotational rheometer.

Metode Kapiler (USP <911>):
Viskometer kapiler Ubbelohde atau Cannon-Fenske mengukur waktu yang diperlukan cairan untuk mengalir melalui tabung kapiler di bawah gravitasi. Hasilnya adalah viskositas kinematik. Metode ini ideal untuk fluida Newtonian dengan viskositas rendah hingga menengah — karakteristik banyak sediaan farmasi seperti sirup atau pelarut. Keakuratannya bergantung pada kontrol suhu yang ketat (±0,1°C) menggunakan water bath terkalibrasi dan pembersihan tabung yang sempurna.

Metode Rotational (USP <912>):
Rheometer rotational dengan geometri cone-plate atau concentric cylinder mengukur torsi yang dihasilkan saat sampel mengalami geser. Metode ini memberikan data viskositas dinamis dan mampu mengkarakterisasi fluida non-Newtonian — suspensi, emulsi, gel — yang perilaku alirannya berubah terhadap laju geser.

Prasyarat Pengujian Konfirmasi:

  • Kalibrasi instrumen harus tervalidasi menggunakan standar referensi tersertifikasi, seperti silicone oil dengan viskositas yang tertelusur ke NIST (National Institute of Standards and Technology).
  • Suhu pengujian dikontrol pada spesifikasi yang ditetapkan, biasanya 25°C, dengan toleransi minimal.
  • Pengambilan sub-sampel dilakukan dari batch yang sama, idealnya oleh analis kedua yang kompeten dan independen.
  • Perhitungan statistik mencakup penentuan rata-rata, standar deviasi, dan koefisien variasi untuk menilai reprodusibilitas.

Ketika laboratorium memiliki instrumen kompendial yang berbeda — misalnya viskometer kapiler dan rotational rheometer — pengujian ulang idealnya menggunakan instrumen alternatif sebagai cross-check. Namun, metode yang dipilih harus sesuai dengan karakteristik reologi produk.

Peran Viscosity Flow Cup NOVOTEST VZ-246P dalam tahap ini adalah pendukung, bukan penentu. Alat ini dapat digunakan untuk skrining ulang cepat pada sampel retensi guna memeriksa apakah penyimpangan konsisten atau sporadis. Jika beberapa sub-sampel dari batch yang sama menunjukkan variabilitas signifikan saat diukur dengan flow cup, ini mengindikasikan kemungkinan masalah homogenitas — informasi berharga yang mempersempit fokus investigasi. Namun, nilai numerik dari flow cup tidak dapat menjadi dasar keputusan rilis atau penolakan batch.

Alat yang Direkomendasikan dalam Investigasi OOS Viskositas

Viscosity Flow Cup NOVOTEST VZ-246P dan Instrumen Pendukung

Pemilihan alat ukur yang tepat menentukan efisiensi dan keabsahan investigasi OOS. Viscosity Flow Cup NOVOTEST VZ-246P memiliki posisi spesifik dalam ekosistem pengujian, sementara instrumen kompendial memainkan peran primer.

Viscosity Flow Cup NOVOTEST VZ-246P:
Alat ini menggunakan prinsip gravimetri sederhana: volume cairan tertentu dialirkan melalui orifice berdiameter tetap, dan viskositas kinematik dikorelasikan dengan waktu alir. Keunggulan utamanya terletak pada portabilitas dan kecepatan — tanpa kebutuhan listrik, tanpa kalibrasi elektronik rumit, dan mudah dibersihkan di antara pengujian. Desainnya yang kokoh memungkinkan penggunaan di lingkungan produksi, termasuk untuk cairan panas atau sampel yang langsung diambil dari proses mixing.

Fitur-fitur utama NOVOTEST VZ-246P meliputi:

  • Kesederhanaan desain yang meminimalkan potensi malfungsi mekanis.
  • Pengujian cepat yang memungkinkan operator memperoleh data dalam hitungan detik.
  • Produksi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan (orifice size), memberikan fleksibilitas rentang viskositas.

Namun, keterbatasannya perlu dipahami secara jelas. Flow cup ini optimal untuk fluida Newtonian — cairan yang viskositasnya konstan terhadap laju geser — seperti minyak, pelarut, atau larutan gula sederhana. Untuk fluida non-Newtonian yang umum dalam sediaan farmasi (suspensi, emulsi, gel polimer), data flow cup dapat menjadi tidak representatif karena laju geser yang tidak terdefinisi.

Untuk investigasi OOS yang patuh regulasi, flow cup harus dilengkapi dengan:

  • Viskometer Brookfield (rotational) atau rheometer untuk verifikasi kompendial.
  • Viskometer kapiler Ubbelohde untuk penentuan kinematik yang presisi.
  • Termometer digital terkalibrasi dengan resolusi 0,1°C atau lebih baik.
  • Water bath dengan stabilitas suhu tinggi.
  • Density meter (atau piknometer) karena densitas sampel diperlukan jika viskositas dinamis akan dikonversi ke kinematik.
  • Standar viskositas silicone oil tersertifikasi untuk memverifikasi akurasi instrumen.

Penting untuk memiliki prosedur tertulis (SOP) yang mendetail tentang penggunaan dan perawatan flow cup. Ini mencakup pembersihan dengan pelarut yang sesuai, pengeringan sebelum penggunaan berikutnya, inspeksi visual orifice terhadap penyumbatan atau kerusakan, serta frekuensi kalibrasi yang ditetapkan menggunakan standar fluida. Tanpa standarisasi ini, reprodusibilitas pengukuran flow cup akan rendah, dan data yang dihasilkan tidak dapat dipertahankan dalam investigasi yang diaudit.

Spesifikasi / Aspek Viscosity Flow Cup NOVOTEST VZ-246P Viskometer Brookfield (Rotational)
Prinsip Pengukuran Gravitasi, waktu alir terukur Torsi terukur pada laju geser terkontrol
Jenis Data Viskositas kinematik (melalui konversi) Viskositas dinamis (cP)
Akurasi Rendah-menengah Tinggi
Portabilitas Sangat tinggi (portabel, tanpa listrik) Rendah (membutuhkan listrik, mounting)
Cocok untuk Non-Newtonian Tidak Ya
Aplikasi Utama dalam Farmasi Skrining in-process, QC cepat Pengujian rilis, investigasi OOS, R&D
Kebutuhan Kalibrasi Minimal, verifikasi orifice Kalibrasi torsi dan suhu berkala
Regulasi Pendukung ASTM D4212, ISO 2431 USP <912>, ISO 3219

Implementasi Prosedur Investigasi OOS Viskositas di Lapangan

Langkah Sistematis dari Deteksi hingga Resolusi

Prosedur berikut mengintegrasikan penggunaan Viscosity Flow Cup NOVOTEST VZ-246P dalam investigasi yang memenuhi persyaratan 21 CFR tanpa mengorbankan ketelitian ilmiah.

  1. Langkah 1: Deteksi Awal dengan Flow CupOperator produksi atau QC melakukan pengukuran rutin menggunakan NOVOTEST VZ-246P. Waktu alir yang tercatat melebihi atau kurang dari rentang spesifikasi pabrik (yang telah dikorelasikan sebelumnya dengan metode kompendial untuk produk spesifik tersebut). Semua data mentah dicatat: suhu sampel, waktu alir dalam detik, identitas operator, nomor orifice cup, dan kondisi lingkungan.
  2. Langkah 2: Inisiasi OOS FormalOperator melaporkan penyimpangan kepada supervisor laboratorium. QA segera mengeluarkan form OOS yang mencakup nomor batch, parameter yang menyimpang, data mentah awal, dan waktu kejadian. Sampel cadangan diamankan, batch disegregasi, dan distribusi dihentikan hingga investigasi selesai. Form ini menjadi dokumen utama yang merekam seluruh kronologi investigasi.
  3. Langkah 3: Verifikasi dengan Metode KompendialLaboratorium menyiapkan instrumen kompendial (rotational rheometer atau viskometer kapiler) yang telah diverifikasi kalibrasinya. Suhu water bath divalidasi. Seorang analis yang berbeda dari analis awal mengambil sub-sampel dari batch yang sama dan melakukan pengujian sesuai USP <911> atau <912>. Jika hasil pengujian kompendial berada dalam batas spesifikasi, hasil awal dari flow cup dinilai sebagai tidak valid dengan justifikasi yang jelas (misalnya, korelasi flow cup tidak berlaku pada sub-sampel tertentu, atau ditemukan masalah pada orifice cup). Investigasi dihentikan secara formal melalui penutupan form OOS oleh QA, dan batch dapat direlease.
  4. Langkah 4: Investigasi Fase 1 — Investigasi LaboratoriumJika hasil kompendial mengkonfirmasi OOS, fokus beralih ke kemungkinan kesalahan laboratorium. Cakupan pemeriksaan meliputi:
    • Kalibrasi flow cup: apakah orifice tersumbat atau aus? Lakukan pengukuran dengan standar fluida.
    • Kondisi lingkungan: fluktuasi suhu, getaran, atau kontaminasi udara?
    • Teknik operator: apakah prosedur pengambilan sampel, pengisian cup, dan pencatatan waktu mengikuti SOP?
    • Kebersihan alat: residu dari pengujian sebelumnya?
    • Integritas sampel: apakah sampel telah berubah selama penyimpanan?

    Di sini, NOVOTEST VZ-246P kembali berguna. Pengukuran cepat pada sampel retensi yang sama, atau pada sub-sampel yang belum tersentuh, dapat mengkonfirmasi apakah penyimpangan bersifat konsisten atau disebabkan artefak laboratorium.

  5. Langkah 5: Investigasi Fase 2 — Investigasi ManufakturKetika investigasi laboratorium tidak menemukan assignable cause, investigasi meluas ke proses produksi. Parameter yang ditelusuri mencakup pencampuran (waktu, kecepatan, urutan penambahan bahan), suhu proses, kualitas bahan baku (viskositas eksipien, kemurnian), waktu penyimpanan intermediate, dan integritas peralatan. Data flow cup dari berbagai titik proses dapat digunakan untuk mengidentifikasi tahap di mana viskositas mulai menyimpang.

Setiap langkah didokumentasikan sesuai prinsip ALCOA+ (Attributable, Legible, Contemporaneous, Original, Accurate, plus Complete, Consistent, Enduring, Available). Audit trail yang lengkap memungkinkan investigator merekonstruksi kronologi kejadian dan mempertahankan justifikasi keputusan kepada auditor.

Tantangan dan Solusi dalam Investigasi OOS Viskositas

Mengatasi Keterbatasan Flow Cup dalam Kerangka GMP

Penggunaan flow cup dalam lingkungan farmasi yang teregulasi menghadirkan tantangan spesifik. Identifikasi dini terhadap kendala ini mencegah investigasi yang tidak valid atau kesalahan keputusan yang berdampak pada produk.

Tantangan 1: Fluktuasi Suhu
Viskositas sangat sensitif terhadap suhu. Perubahan 1°C dapat mengubah viskositas 5-10%. Flow cup yang dioperasikan di lantai produksi tanpa kontrol lingkungan yang ketat rentan terhadap variabilitas ini. Solusi: selalu ukur suhu dengan termometer digital terkalibrasi. Biarkan sampel ekuilibrasi dalam water bath portable atau pada suhu lingkungan yang terkontrol sebelum pengukuran. Catat suhu sebagai bagian integral data mentah.

Tantangan 2: Sifat Cairan Non-Newtonian
Banyak produk farmasi bersifat pseudoplastik (viskositas menurun saat geser meningkat) atau tiksotropik (viskositas berubah seiring waktu saat digeser). Flow cup tidak mendefinisikan laju geser, sehingga hasilnya tidak memiliki basis reologi yang solid untuk cairan jenis ini. Solusi: nyatakan dalam SOP bahwa NOVOTEST VZ-246P hanya digunakan untuk fluida yang telah dikonfirmasi Newtonian melalui pengujian kurva alir sebelumnya. Jika sampel menunjukkan karakteristik non-Newtonian, investigasi harus sepenuhnya menggunakan rotational rheometer, dan data flow cup diabaikan.

Tantangan 3: Variabilitas Antar-Operator
Waktu reaksi manusia saat menekan stopwatch, sudut pengamatan aliran, atau ketegangan tangan saat memegang cup secara manual dapat menghasilkan perbedaan hasil yang signifikan. Solusi: lakukan pelatihan operator secara berkala menggunakan standar fluida. Sertifikasi kompetensi harus didokumentasikan. SOP harus mendeskripsikan secara detail posisi cup, kapan memulai dan menghentikan pengukuran waktu, serta titik akhir aliran yang menjadi patokan. Pertimbangkan untuk merancang studi R&R (Repeatability and Reproducibility) dengan flow cup secara periodik.

Tantangan 4: Perbedaan Hasil antara Flow Cup dan Metode Kompendial
Flow cup memberikan data empiris (waktu alir) yang dikonversi ke viskositas kinematik melalui persamaan atau tabel korelasi. Korelasi ini tidak sempurna dan dapat bergeser jika karakteristik aliran sampel sedikit berubah. Solusi: perlakukan korelasi sebagai alat skrining saja. Jika terjadi perbedaan signifikan antara hasil flow cup dan hasil kompendial pada sampel yang sama, utamakan metode kompendial. Investigasi harus memeriksa apakah korelasi yang digunakan masih valid atau perlu diperbarui.

Tantangan 5: Kontaminasi atau Sisa Cairan pada Cup
Residu dari pengukuran sebelumnya dapat mengencerkan atau mengontaminasi sampel berikutnya, menghasilkan viskositas yang lebih rendah atau tidak representatif. Solusi: prosedur pembersihan tervalidasi menggunakan pelarut yang sesuai (misalnya, etanol, aseton, yang tidak meninggalkan residu sendiri). Lakukan inspeksi visual orifice setelah pembersihan. Jika orifice tersumbat, gunakan sikat lembut non-abrasif, bukan jarum logam yang dapat merusak dimensi orifice.

Kepatuhan terhadap standar internasional seperti ASTM D4212 (Standard Test Method for Viscosity by Dip-Type Viscosity Cups) atau ISO 2431 memberikan kerangka kerja teknis yang mendukung validitas pengukuran flow cup. Meskipun standar ini bukan pengganti persyaratan farmakope, kepatuhan terhadapnya memperkuat kredibilitas data yang dihasilkan saat dipertanyakan dalam audit.

Kesimpulan

Investigasi OOS viskositas memerlukan ketelitian metodologis yang tidak bisa dikompromikan. FDA melalui 21 CFR Part 211.192 dan Guidance-nya menetapkan standar yang jelas: setiap penyimpangan harus ditelusuri hingga akar penyebab atau dikesampingkan dengan justifikasi ilmiah. Viscosity Flow Cup NOVOTEST VZ-246P berperan strategis sebagai detektor dini dan alat evaluasi cepat — tetapi keputusan akhir tentang kualitas batch harus bersandar pada metode kompendial yang terverifikasi. Laboratorium yang berhasil mengintegrasikan kedua pendekatan ini akan memiliki sistem pengendalian mutu yang responsif sekaligus defensible di hadapan regulator. Bagi profesional quality control yang ingin memastikan kelengkapan perangkat investigasi di fasilitasnya, berkonsultasi dengan penyedia alat ukur yang memahami kebutuhan compliance farmasi adalah langkah taktis. CV. Java Multi Mandiri sebagai supplier dan distributor alat ukur dan pengujian dapat mendukung kebutuhan laboratorium Anda dengan menyediakan Viscosity Flow Cup NOVOTEST VZ-246P beserta instrumen verifikasi pendukung yang valid dan terkalibrasi — memastikan bahwa setiap tahap investigasi OOS Anda didukung oleh peralatan yang tepat.

FAQ

Apakah Viscosity Flow Cup NOVOTEST VZ-246P dapat digunakan untuk uji rilis resmi produk farmasi?

Tidak. Flow cup, termasuk NOVOTEST VZ-246P, tidak diakui sebagai metode pengujian kompendial. Uji rilis resmi memerlukan metode yang ditetapkan dalam farmakope (seperti USP <911> viskometer kapiler atau USP <912> rotational viscometer) yang telah divalidasi penuh untuk produk spesifik tersebut. Flow cup cocok untuk pengendalian proses in-process dan skrining cepat, tetapi data yang dihasilkan tidak dapat menjadi dasar keputusan rilis batch.

Bagaimana cara memverifikasi hasil OOS yang diperoleh dari pengukuran awal menggunakan flow cup?

Hasil OOS dari flow cup harus diverifikasi segera menggunakan metode kompendial yang sesuai. Ini melibatkan pengambilan sub-sampel dari batch yang sama, pengujian oleh analis yang berbeda dan kompeten menggunakan rotational viscometer atau viskometer kapiler yang telah dikalibrasi, di bawah kondisi suhu yang terkontrol ketat. Jika hasil dari metode kompendial berada dalam spesifikasi, hasil flow cup dapat dinon-validasi dengan justifikasi yang terdokumentasi. Jika konfirmasi juga menunjukkan OOS, maka investigasi formal dimulai.

Apa langkah pertama yang harus dilakukan jika menemukan hasil viskositas out-of-specification?

Langkah pertama adalah melaporkan temuan kepada supervisor laboratorium dan unit QA. QA akan menginisiasi form OOS, mengamankan sampel cadangan dan sampel dari batch, menghentikan distribusi batch, dan melakukan segregasi. Ini harus dilakukan segera — tidak ada tindakan perbaikan atau pengujian ulang informal yang boleh dilakukan sebelum inisiasi formal oleh QA.

Apakah semua hasil OOS viskositas wajib dilaporkan ke FDA?

Hasil OOS individual tidak serta-merta dilaporkan ke FDA sebagai kejadian tunggal. Namun, investigasi dan keputusannya harus didokumentasikan secara lengkap karena batch records diperiksa selama inspeksi GMP. Jika investigasi OOS mengarah pada penarikan batch (recall), pelaporan ke FDA menjadi wajib. Jika OOS terkonfirmasi sebagai penyimpangan proses yang signifikan dan berdampak pada batch lain, ini dapat tergolong sebagai temuan yang harus dilaporkan dalam kerangka peringatan atau pelaporan insiden. Konsultasikan dengan tim compliance internal Anda untuk interpretasi spesifik berdasarkan keparahan dan otoritas yurisdiksi.

Rekomendasi Viscosity Cup

References

  1. U.S. Food and Drug Administration. (2006). Guidance for Industry: Investigating Out-of-Specification (OOS) Test Results for Pharmaceutical Production. FDA, Rockville, MD.
  2. Code of Federal Regulations, Title 21, Part 211.192 (21 CFR 211.192). Current Good Manufacturing Practice for Finished Pharmaceuticals – Laboratory Controls.
  3. United States Pharmacopeia (USP). General Chapter <911> Viscosity.
  4. United States Pharmacopeia (USP). General Chapter <912> Rotational Rheometer Methods.
  5. ASTM International. (Reapproved 2018). ASTM D4212-16: Standard Test Method for Viscosity by Dip-Type Viscosity Cups.
Konsultasi Gratis

Dapatkan harga penawaran khusus dan info lengkap produk alat ukur dan alat uji yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Bergaransi dan Berkualitas. Segera hubungi kami.