Pengertian Konstruksi dan Tahapannya

Pengertian Konstruksi – Konstruksi adalah sebuah aktivitas dalam bidang arsitektur atau teknik sipil guna melakukan pembangunan sarana dan prasarana. Konstruksi biasa dikenal sebagai suatu bangunan atau infrastruktur pada beberapa area atau sebuah area tertentu.

Pengertian Konstruksi

Singkatnya, konstruksi merupakan objek dari keseluruhan bangunan yang terdiri dari bagian-bagian struktur konstruksi. Contoh konstruksi adalah konstruksi rumah, konstruksi jalan raya, konstruksi jembatan, dan masih banyak konstruksi konstruksi yang dapat dilakukan lainnya.

Pengertian Konstruksi

Konstruksi juga dapat diartikan sebagai formasi tata letak dan model suatu bangunan rumah, jembatan, kapal, dll. Aktivitas konstruksi dapat dikatakan sebagai satu pekerjaan, padahal kenyataanya konstruksi mencakup beberapa pekerjaan lain yang berbeda sebagai satuan kegiatan.

Pekerja konstruksi umumnya meliputi pengawas melalui kantor seperti insinyur desain, arsitek proyek, hingga manajer proyek. Sedangkan pengawas lapangan biasa dikenal dengan mandor, kegiatannya yaitu mengawasi proyek yang dikerjakan oleh buruh bangunan, tukang kayu, dan lain-lain yang berhubungan dengan fisik konstruksi.

Keberhasilan pelaksanaan suatu proyek konstruksi sangatlah penting yaitu dengan cara merencanakan rancangan bangunan secara efektif berupa desain dan pelaksanaan, besarnya anggaran yang diperlukan, keselamatan kerja, stok kesediaan bahan bangunan, mempertimbangkan dampak infrastruktur yang akan dibangun pada lingkungan, dan masih banyak lainnya hal yang perlu diperhatikan.

Pengertian Alat Berat

Alat berat merupakan suatu mesin yang memiliki ukuran besar dengan bentuk dapat melakukan fungsi konstruksi seperti memindahkan bahan bangunan, earth working atau pengerjaan tanah, dan lain-lain. Mesin berukuran besar ini umumnya memiliki lima komponen yaitu tenaga alat, sistem kendali alat, struktur alat, transmisi alat dan implemen. Kegunaan alat berat sebenarnya sudah ada sejak zaman romawi, alat berat tersebut berupa derek sederhana.

Dalam bidang teknik sipil, alat berat berguna memudahkan pekerja dalam melakukan pekerjaan konstruksi. Pemanfaatan alat berat itu sendiri tidak hanya berguna dalam bidang konstruksi, dalam bidang pertanian pun alat berat seperti traktor, truk pengakut dibutuhkan. Kegunaan alat berat dalam bidang konstruksi saat ini sangat penting, terutama dalam proyek skala besar.

Tahapan Proyek Konstruksi

Pada dasarnya tahapan pekerjaan konstruksi bangunan meliputi proses sebelum bekerja, hingga pas kerja dan menghasilkan hal yang baik. Dalam sebuah proyek konstruksi, secara garis besar terdapat beberapa tahapan yaitu :

1. Planning atau Tahap Perencanaan

Dalam tahap ini, hal yang dilakukan adalah kesiapan dan persiapan, studi kelayakan, pemilihan desain, penganggaran, pembiayaan,dan langkah lainnya yang dilakukan diawal.

2. Design atau Tahap Perancangan

Pada tahap desain atau perancangan ini, prosesnya dimulai dari pra-rancang kemudian ke pemilihan beberapa desain yang telah dirancang dan selanjutnya eliminasi rancangan yang telah terpilih hingga mendapat satu rancangan akhir yang akan digunakan.

3. Procurement atau tahap Pengadaan dan Pelelangan

Tahapan ini meliputi pengadaan peralatan dan perlengkapan konstruksi, pengadaan material bangunan, biaya jasa (kontraktor, arsitek, insinyur), biaya pengadaan konsultan (konsultan perencanaan, konsultan pengawas, konsultan kontraktor), setelah perhitungan biaya biaya tersebut kemudian akan dipilih sesuai pemenang lelang.

4. Implementation atau Tahap Pelaksanaan

Tahapan ini dapat dikatakan merupakan tahapan yang tersulit karena kegiatan konstruksi tidak hanya dilakukan di lapangan namun harus tetap menghitung detail problem problem yang dapat terjadi di kedepannya. Pada tahapan ini juga membutuhkan SPK agar pekerjaan yang telah disepakati dapat dikerjakan sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Cart (0 items)
No products in the cart.