Pengaruh pH Air Terhadap Ikan

Pengaruh ph air terhadap ikan – Kualitas air akan sangat mempengaruhi budidaya ikan air tawar. Sedangkan hal yang akan sangat mempengaruhi kualitas air adalah faktor pH air. Sehingga kita harus sangat menjaga kadar pH air kolam agar kualitas air tetap terjaga dengan baik sehingga ikan bisa tumbuh dengan baik.

Pengaruh pH Air Terhadap Ikan

Apa itu pH?

Kadar pH pada suatu cairan sendiri mengacu pada tingkat keasaman atau kebasaan air tersebut. Huruf H disini mengacu pada kadar ion hidrogen dan hidroksida pada suatu cairan. Apabila ion ini semakin banyak maka sifat air tersebut akan semakin asam, sedangkan semakin sedikit maka sifatnya akan semakin basa.

Suatu cairan dikatakan mempunyai pH netral apabila mempunyai nilai pH 7, dibawah nilai tersebut maka akan semakin asam sedangkan diatasnya akan semakin basa. Kadar pH dalam air sendiri dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti pelapukan batuan, adanya bahan kimia yang masuk hingga mengeluarkan ikan dalam kolam.

Pengaruh pH Air Terhadap Ikan

Kadar pH yang terlalu rendah maupun tinggi dapat membuat kulit ikan membeku atau terbakar secara kimia. Ikan yang sudah dewasa umumnya lebih tahan terhadap perubahan pH dibandingkan ikan muda. Telur ikan sendiri bisa mati bila pH airnya mencapai angka 5 sehingga tidak dapat menetas.

Selain itu setiap ikan juga mempunyai ketahanan terhadap tingkat pH air yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya berikut kadar pH optimal untuk beberapa jenis ikan :

Jenis Ikan Kadar pH
Ikan Tawes 6,5 – 7,5
Ikan Nilem 6,5 – 7,5
Ikan Tombro/Mas 7 – 8
Ikan Patin 6 – 8
Ikan Bawal 7 – 8
Ikan Gurame 6,5 – 8
Ikan Nila 6,5 – 7,5
Ikan Sidat 7 – 8
Ikan Lele 6,5 – 8
Ikan gabus 6 – 7,5

Sedangkan pada budidaya ikan air laut dengan pH diatas 7, air laut mempunyai kemampuan menyangga perubahan pH yang cukup besar. Apabila pH ini berubah sedikit saja maka ada indikasi sistem penyangga alami ini telah terganggu. Kadar CO2 pada kondisi ini dapat terganggu keseimbangannya yang dapat membahayakan hidup biota laut.

Akibatnya kehidupan biota laut dapat terganggu baik secara langsung dan tidak langsung dari perubahan pH tersebut. Dampak secara langsung dapat berupa kematian ikan, telur hingga burayak. Sedangkan dampak tidak langsungnya adalah seperti perubahan toksisitas berbagai zat di dalam air. Contohnya bila pH air laut turun sekitar 1,5 saja bisa menyebabkan tingkat toksisitas NiCN naik hingga 1000 kali.

Pengontrolan pH pada Proses Budidaya Ikan

Ikan budidaya dapat tumbuh dengan baik apabila pH air kolamnya terjaga dengan baik. Karenanya perlu dilakukan pengontrolan pH air menggunakan alat ukur pH air serta pengendaliannya. Apabila pH air turun hingga di bawah 7, Anda bisa menaikkannya kembali dengan cara :

  • menambahkan batu kapur ke dalam kolam.
  • menambahkan batu yang dihancurkan ke dalam air kolam.
  • aerasi air tangki dengan pompa udara, hal ini bertujuan untuk menghilangkan kelebihan karbon dioksida yang terbentuk dalam air pH rendah.
  • gunakan buffer alkali untuk menetralkan asam.

Setelah itu kita dapat memantau kadar pH air kolam secara rutin menggunakan kertas lakmus, pH strips maupun alat pH meter. Namun untuk sekarang ini akan jauh lebih mudah dilakukan menggunakan alat ukur pH air yang mudah digunakan dan dibawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Cart (0 items)

No products in the cart.