Pembuatan Drainase Pada Jembatan

Pembuatan Drainase Pada JembatanSetelah proses pembuatan jembatan selesai maka diperlukan pembuatan drainase. Sebab tanpa adanya drainase dapat membuat air hujan / lainnya turun melalui lubang yang terdapat pada perkerasan atau sambungan baja. Hal ini pada akhirnya bisa menjadi penyebab kerusakan pada perkerasan jalan jembatan dan pada jembatan itu sendiri.

pengertian drainase jembatan

Drainase jembatan sendiri merupakan bagian dari jembatan yang dibuat menggunakan konstruksi beton bertulang maupun pasangan batu kali dengan mortar. Dengan dibuatnya drainase bisa meminimalisir genangan air atau banjir pada jalan jembatan, khususnya ketika musim penghujan. Selain dapat memicu kerusakan jembatan, genangan air juga akan membahayakan pengguna yang melintas.

Pembuatan Drainase Pada Jembatan

Dalam pembangunan jembatan, drainase dek jembatan mempunyai fungsi penting dalam mengatasi keterbatasan struktur geladak. Dengan air yang mengalir lancar maka akan mencegah proses pengkaratan pada struktur baja jembatan.

Untuk drainase pada jembatan komponen drainase yang banyak digunakan adalah deck drain cast iron yang ada di bagian tepi jembatan. Air hujan maupun dari sumber lainnya akan masuk melalui tutup saluran drainase yang berlubang dan mengalir ke saluran pipa pembuangan menuju ke pembuangan.

Drainase deck drain cast iron penggunaannya harus disesuaikan dengan debit air yang akan menggenang jembatan. Sedangkan untuk jumlahnya bisa disesuaikan dengan panjang jembatan yang dibuat.

Pembuatan Drainase Pada Jembatan – Drainase Dek

Dalam pembuatan drainase dek atau deck drain cast iron ada beberapa tahap dalam pembuatannya. Berikut adalah beberapa tahap pembuatan drainase pada jembatan dengan tipe deck cast iron :

1. Desain Gambar

Pembuatan desain gambar deck drain cast iron adalah tahap pertama yang harus dilakukan. Disini akan ditentukan dimensi, material, dan bentuk deck drain yang dibutuhkan. Desain ini kemudian akan digambar pada program gambar 2D dan 3D maupun program simulasi.

2. Pembuatan Pola

Setelah tahap pembuatan gambar selesai maka akan memasuki tahap kedua yaitu pembuatan pola. Secara umum ada dua macam pola yang umum digunakan yaitu kayu dan aluminium. Apabila produksi tidak terlalu banyak maka akan digunakan pola kayu, sedangkan pada proyek produksi yang besar dan banyak akan menggunakan pola aluminium.

3. Pembuatan Cetakan

Tahap pembuatan cetakan merupakan tahap ketiga dalam pembuatan drainase dek. Cetakan Yang digunakan adalah Cetakan Pasir (Sand Molding) dan resin berikat pasir molding. Pasir yang digunakan dalam membuat cetakan harus terlebih dahulu agar komposisinya memenuhi standar pencetakan dan mampu meningkatkan suhu logam yang tinggi.

4. Peleburan

Peleburan merupakan proses yang penting dalam pembuatan produk ini. Pada proses peleburan terjadi cair logam ke dalam cetakan. Pada proses ini diperlukan kecepatan penuangan dan ketepatan suhu logam cair untuk mendapatkan hasil yang baik.

5. Finishing

Tahap akhir pembuatan adalah finishing / fettling yang terdiri dari penghalusan, digerinda, dan proses pengecatan. Selain itu juga sisa-sisa pasir yang ada pada deck drain harus dibersihkan.

6. Quality Control

Proses quality control dilakukan untuk memastikan kualitas dek drainase sudah sesuai dengan yang dibutuhkan. Hal-hal yang diuji pada quality control ini adalah seperti :

  • Kesesuaian dimensi dan ukuran
  • Kontrol komposisi bahan-bahan kimia
  • Pengendalian sifat mekanik
  • Pengendalian sifat fisik

Demikian adalah beberapa tahap pembuatan drainase dek jembatan yang kami sampaikan secara sederhana. Setelah semua bagian jembatan siap, maka untuk memastikan kesiapannya harus dilakukan pengujian pada jembatan. Beberapa pengujian yang dilakukan pada jembatan bisa Anda baca di “Pengujian Loading Test Jembatan”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Cart (0 items)
No products in the cart.