Panduan Memilih Alat Ukur Sianida untuk Tambang Emas

Perangkat photometer dan ion meter di laboratorium untuk uji sianida tambang emas.

Pengawasan kualitas air di tambang emas merupakan elemen kritis dalam operasi pertambangan yang bertanggung jawab. Sianida, sebagai reagen utama dalam proses ekstraksi emas dan perak, memerlukan pemantauan ketat untuk melindungi keselamatan pekerja, lingkungan sekitar, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Namun, para pengawas kualitas air dan personalia HSE seringkali dihadapkan pada dilema dalam memilih alat ukur yang tepat di antara beragam teknologi yang tersedia.

Artikel ini hadir sebagai panduan komprehensif yang akan membantu Anda memahami risiko pencemaran sianida, membandingkan teknologi alat ukur ion sianida yang tersedia, menetapkan kriteria pemilihan yang tepat, serta memberikan panduan praktis untuk pengukuran di lapangan dan informasi mengenai distributor di Indonesia.

Mengapa Pemantauan Sianida di Tambang Emas Sangat Penting?

Pemantauan sianida di tambang emas bukan sekadar formalitas administratif; ini adalah kebutuhan operasional dan kepatuhan yang fundamental. Risiko pencemaran sianida di area pertambangan sangat nyata dan telah terdokumentasi dengan baik dalam berbagai studi ilmiah dan catatan kecelakaan industri. Memahami urgensi ini adalah langkah pertama yang krusial sebelum memutuskan alat ukur yang akan digunakan.

Dampak Pencemaran Sianida terhadap Kesehatan dan Lingkungan

Dampak pencemaran sianida bersifat multidimensi, mempengaruhi kesehatan manusia dan ekosistem secara serius. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Negeri Gorontalo mengkonfirmasi sebaran sianida dalam air tanah hingga jarak lebih dari 600 meter dari sumber tambang, dengan konsentrasi pada air tanah berkisar antara 0,067 hingga 0,088 mg/L pada jarak 91-126 meter [4]. Pemodelan menunjukkan bahwa sebaran ini dapat mencapai hingga 3000 meter dalam jangka waktu 80 tahun.

Dampak kesehatan akibat paparan sianida sangat serius. Data dari Jurnal Kolaboratif Sains (Vol 7 No 5 2024) mencatat gejala keracunan sianida meliputi tremor, ataksia, kerusakan gastrointestinal, kerusakan otak dan ginjal, hingga kematian [5]. Secara historis, kecelakaan besar seperti tumpahan sianida di Omai Gold Mine (Guyana, 1995) dan Baia Mare (Rumania, 2000) menjadi pengingat pahit akan konsekuensi bencana dari kegagalan manajemen sianida [1].

Dari sisi ekologis, International Cyanide Management Institute (ICMI) menetapkan batas kritis 50 mg/L WAD cyanide untuk perlindungan satwa liar di perairan terbuka, dan batas 0,022 mg/L free cyanide di air permukaan untuk perlindungan kehidupan akuatik [1]. Pelanggaran terhadap batas ini dapat menyebabkan kerusakan ekosistem yang berkepanjangan.

Regulasi dan Baku Mutu Sianida di Indonesia

Indonesia memiliki kerangka regulasi yang jelas terkait pengelolaan sianida. Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 Tahun 2010 menetapkan batas maksimum kandungan sianida dalam air minum sebesar 0,07 ppm [7]. Sementara itu, Peraturan Menteri Kesehatan No. 32 Tahun 2017 memberikan pedoman lebih lanjut terkait baku mutu air untuk keperluan higiene sanitasi.

Untuk air limbah kegiatan pertambangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan baku mutu yang lebih spesifik, yang mengharuskan perusahaan tambang untuk melakukan pemantauan rutin terhadap parameter sianida pada titik-titik pembuangan air limbah [8]. Sebagai standar global, International Cyanide Management Code (ICMI) melalui Standard of Practice 4.9 secara eksplisit mewajibkan: “Perusahaan operasi harus melakukan pengambilan sampel kualitas air dasar dan memantau pembuangan ke air permukaan atau air tanah untuk weak acid dissociable (WAD) cyanide. Jika WAD cyanide terdeteksi dalam pembuangan ke air permukaan, maka perusahaan operasi juga harus memantau total cyanide, free cyanide, dan thiocyanate levels” [1].

Perbandingan Teknologi Alat Ukur Sianida: Photometer vs Ion Meter Portable

Inti dari pemilihan alat ukur sianida terletak pada pemahaman perbedaan fundamental antara dua teknologi utama yang tersedia di pasar: photometer dan ion meter portable. Masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan yang membuatnya lebih cocok untuk aplikasi tertentu.

Photometer Sianida: Hanna HI96714

Photometer HI96714 dari Hanna Instruments menggunakan metode adaptasi dari Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater edisi ke-18, yaitu metode Pyridine-Pyrazalone [2]. Metode ini bekerja dengan mereaksikan sianida dalam sampel dengan reagen khusus yang menghasilkan warna biru, kemudian intensitas warna diukur menggunakan fotometer pada panjang gelombang 610 nm.

Spesifikasi resmi dari manual HI96714 menunjukkan rentang pengukuran 0,000 hingga 0,200 mg/L dengan resolusi 0,001 mg/L dan akurasi pada suhu 20°C sebesar ±0,005 mg/L ±3% dari pembacaan [2]. Metode ini sangat sesuai untuk pengukuran air minum, air permukaan, dan air tanah di sekitar area tambang yang memiliki konsentrasi sianida relatif rendah.

Fitur CAL Check memungkinkan pengguna untuk melakukan validasi atau kalibrasi menggunakan standar bersertifikat Hanna Instruments. Manual secara eksplisit memperingatkan: “jangan memvalidasi atau mengkalibrasi instrumen dengan larutan standar selain Hanna Instruments CAL Check Standards, karena akan menghasilkan hasil yang salah” [2]. Lingkungan operasi yang diizinkan adalah 0 hingga 50°C dengan kelembaban maksimal 95% RH non-condensing.

Ion Meter Sianida Portable: Bante321-CN dan PCN-I310T

Berbeda dengan photometer, ion meter menggunakan Ion Selective Electrode (ISE) untuk mengukur konsentrasi ion sianida secara langsung dalam larutan. Dua produk utama yang tersedia di Indonesia adalah Bante321-CN dari Bante Instruments dan PCN-I310T.

Berdasarkan spesifikasi resmi dari pabrikan, Bante321-CN memiliki rentang konsentrasi ion 0,03 hingga 260 ppm dengan resolusi otomatis 0,001/0,01/0,1/1 dan akurasi ±1% F.S. [3]. Alat ini mendukung kalibrasi multi-titik sebanyak 2 hingga 5 titik dengan larutan kalibrasi yang dapat dipilih dari 0,001 hingga 10.000 ppm. Fitur unggulan meliputi automatic electrode diagnosis, auto-read function, dan calibration due alarm.

Kedua ion meter ini sangat cocok untuk aplikasi air limbah tambang dan tailing yang memiliki konsentrasi sianida tinggi, seringkali mencapai 100-500 ppm pada proses heap leaching. Kemampuan penyimpanan data hingga 500-1000 set data (dengan tanggal dan waktu) dan output USB memudahkan dokumentasi dan pelaporan. Bobot alat hanya 300 gram dan beroperasi dengan 3 baterai AA, memberikan portabilitas tinggi untuk penggunaan lapangan.

Kapan Memilih Photometer dan Kapan Memilih Ion Meter?

Keputusan antara photometer dan ion meter harus didasarkan pada karakteristik sampel air yang dihadapi. Berdasarkan panduan dari ICMI, peralatan monitoring harus dikalibrasi oleh personel yang berkualifikasi dan harus sesuai dengan kondisi lapangan [1].

Pilih photometer jika:

  • Sampel air yang diukur adalah air minum, air permukaan, atau air tanah dengan konsentrasi sianida rendah (di bawah 0,2 ppm)
  • Diperlukan akurasi tinggi pada konsentrasi sangat rendah (deteksi hingga 0,001 ppm)
  • Metode pengujian perlu mengikuti Standard Methods yang diakui secara global

Pilih ion meter (seperti Bante321-CN) jika:

  • Sampel air berasal dari air limbah tambang, tailing, atau proses produksi dengan konsentrasi sianida bervariasi dari rendah hingga sangat tinggi (0,03-260 ppm)
  • Diperlukan pengukuran cepat di lapangan tanpa memerlukan reagen kimia
  • Data logging dan dokumentasi digital diperlukan untuk pelaporan kepatuhan
  • Frekuensi pengukuran tinggi sehingga biaya per pengukuran perlu diminimalkan

Kriteria Kunci dalam Memilih Alat Ukur Sianida untuk Tambang

Selain perbedaan teknologi, terdapat beberapa kriteria kunci yang perlu dipertimbangkan untuk memastikan alat ukur yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan operasional tambang.

Rentang Ukur – Sesuaikan dengan Konsentrasi Sianida di Lokasi Anda

Langkah pertama dan paling mendasar adalah memahami kisaran konsentrasi sianida yang akan diukur. Konsentrasi sianida di berbagai area tambang sangat bervariasi. Air proses heap leaching memiliki konsentrasi 100-500 ppm, sementara tailing mungkin memiliki konsentrasi yang lebih rendah namun masih signifikan. Air tanah di sekitar operasi tambang memiliki konsentrasi yang lebih rendah, seperti yang ditemukan oleh penelitian Universitas Negeri Gorontalo (0,067-0,088 mg/L) [4], sementara air minum harus berada di bawah 0,07 ppm sesuai Permenkes [7].

Pemilihan alat ukur harus disesuaikan dengan rentang ini. Photometer HI96714 dengan rentang 0-0,200 ppm sangat ideal untuk air minum dan air permukaan. Ion meter Bante321-CN dengan rentang 0,03-260 ppm lebih sesuai untuk air limbah tambang dan tailing. Jika Anda perlu mengukur berbagai jenis sampel dengan rentang konsentrasi yang lebar, ion meter portable adalah pilihan yang lebih fleksibel.

Ketahanan Lapangan: Debu, Suhu, dan Kelembaban

Lingkungan tambang sangat keras dan dapat mempengaruhi kinerja alat ukur. Spesifikasi lingkungan menjadi faktor penting dalam pemilihan. Bante321-CN beroperasi pada suhu 0 hingga 50°C dengan kelembaban relatif kurang dari 80% [3]. Sementara itu, HI96714 dari Hanna dapat beroperasi pada suhu 0 hingga 50°C dengan kelembaban maksimal 95% RH non-condensing [2].

Bobot alat juga penting untuk portabilitas. Bante321-CN hanya berbobot 300 gram dengan dimensi 170 × 85 × 30 mm, menjadikannya mudah dibawa ke berbagai titik sampling. Daya tahan baterai sekitar 150 jam tanpa backlight memastikan alat dapat digunakan sepanjang shift kerja tanpa perlu pengisian ulang. Praktik terbaik dari Blackwater Gold Mine menekankan pentingnya ketahanan terhadap debu dan suhu ekstrem dalam pemilihan peralatan monitoring [6].

Kemudahan Kalibrasi dan Perawatan Elektroda ISE

Kalibrasi yang tepat adalah kunci keakuratan pengukuran. Ion meter Bante321-CN mendukung kalibrasi multi-titik sebanyak 2 hingga 5 titik dengan larutan kalibrasi yang dapat dipilih dari rentang 0,001 hingga 10.000 ppm [3]. Fitur calibration due alarm mengingatkan pengguna ketika kalibrasi ulang diperlukan, memastikan kualitas data tetap terjaga.

Perawatan elektroda ISE memerlukan perhatian khusus. Elektroda harus disimpan dalam kondisi lembab (biasanya dalam larutan penyimpanan khusus) dan dibilas dengan air deionisasi setelah setiap penggunaan. Masa pakai elektroda ISE umumnya 6-12 bulan tergantung pada frekuensi penggunaan dan kondisi lingkungan. Berdasarkan panduan ICMI, kalibrasi harus dilakukan oleh personel yang berkualifikasi dengan standar yang tertelusur (traceable) seperti NIST, GB, atau DIN [1].

Biaya Total Kepemilikan (TCO): Harga Alat, Elektroda, Kalibrasi

Memahami total cost of ownership (TCO) sangat penting untuk perencanaan anggaran jangka panjang. Berdasarkan riset pasar, kisaran harga HI96714 (sudah discontinue) melalui distributor di Indonesia sekitar Rp10-20 juta, sementara Bante321-CN diperkirakan Rp15-25 juta. PCN-I310T memiliki kisaran harga yang serupa.

Analisis biaya per pengukuran juga perlu dipertimbangkan. Photometer memerlukan reagen kimia untuk setiap pengukuran, dengan biaya sekitar Rp10.000 per pengukuran. Ion meter memiliki biaya per pengukuran yang lebih rendah (sekitar Rp5.000) jika memperhitungkan depresiasi elektroda. Sebagai alternatif yang lebih ekonomis, Cyanide Test Kit dari Universitas Brawijaya (UB) menawarkan biaya hanya sekitar Rp333 per pengukuran untuk 60 analisis, dengan sensitivitas 0,04 ppm [9].

Biaya jangka panjang lainnya termasuk penggantian elektroda ISE (setiap 6-12 bulan), pembelian reagen kalibrasi, dan kalibrasi ulang tahunan oleh laboratorium terakreditasi.

Panduan Praktis Pengukuran Sianida di Lapangan

Setelah memilih alat yang tepat, langkah selanjutnya adalah memastikan pengukuran dilakukan dengan benar dan aman. Bagian ini memberikan panduan praktis berdasarkan standar industri dan pengalaman lapangan.

Langkah-Langkah Pengukuran dengan Ion Meter Portable (Bante321-CN)

Prosedur pengukuran yang sistematis sangat penting untuk memastikan akurasi dan reprodusibilitas data. Berdasarkan manual Bante321-CN, langkah-langkah yang direkomendasikan adalah:

  1. Siapkan larutan standar kalibrasi segar (minimal 2 titik, disarankan 3-5 titik untuk rentang lebar)
  2. Lakukan kalibrasi multi-titik, pastikan nilai slope berada dalam rentang yang dapat diterima
  3. Bilas elektroda dengan air deionisasi dan keringkan dengan tissue lembut
  4. Tambahkan Ionic Strength Adjuster (ISA) ke dalam sampel untuk mengontrol pH dan kekuatan ion latar belakang
  5. Celupkan elektroda ke dalam sampel dan aduk perlahan
  6. Gunakan fungsi auto-read untuk menunggu pembacaan stabil
  7. Catat hasil pengukuran dan simpan ke dalam memori alat

Manfaatkan fitur calibration due alarm untuk menjadwalkan kalibrasi ulang secara teratur, terutama jika frekuensi pengukuran tinggi.

Prosedur Kalibrasi Multi-Titik untuk Ion Meter

Kalibrasi multi-titik sangat penting untuk pengukuran yang akurat pada rentang konsentrasi yang lebar. Bante321-CN memungkinkan kalibrasi 2 hingga 5 titik menggunakan larutan standar yang dapat dipilih dari 0,001 hingga 10.000 ppm [3]. Untuk aplikasi tambang emas dengan rentang pengukuran yang bervariasi, disarankan untuk menggunakan setidaknya 3 titik kalibrasi yang mencakup konsentrasi rendah, menengah, dan tinggi.

Larutan standar harus memiliki ketertelusuran metrologis ke standar nasional atau internasional seperti NIST (USA), GB (China), atau DIN (Jerman). Simpan larutan standar dalam kondisi yang tepat dan gunakan sebelum tanggal kedaluwarsa. Ganti larutan standar secara teratur untuk menghindari kontaminasi.

Cara Menghindari Kesalahan Umum Pengukuran

Beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dalam pengukuran sianida di lapangan dapat dihindari dengan pemahaman yang baik:

  • Electrode conditioning tidak memadai: Elektroda ISE baru atau yang telah disimpan lama perlu dikondisikan dalam larutan standar rendah selama minimal 30 menit sebelum digunakan.
  • Penyimpanan elektroda yang salah: Elektroda harus disimpan dalam larutan penyimpanan khusus, bukan dalam air deionisasi atau dibiarkan kering.
  • Suhu sampel tidak sesuai: Perbedaan suhu antara larutan kalibrasi dan sampel dapat menyebabkan kesalahan. Gunakan fitur kompensasi suhu otomatis yang tersedia pada alat.
  • Tidak menggunakan ISA: Ionic Strength Adjuster penting untuk menstabilkan pH dan kekuatan ion sampel, terutama untuk sampel air tambang yang mungkin memiliki matriks kompleks.
  • Larutan kalibrasi kedaluwarsa atau terkontaminasi: Gunakan larutan segar dan simpan dalam wadah bersih.

Dari manual Hanna, penting untuk diingat bahwa hanya standar CAL Check dari Hanna yang boleh digunakan untuk HI96714 [2]. Bante321-CN memiliki fitur electrode diagnosis yang dapat mendeteksi masalah pada elektroda, seperti retakan atau kontaminasi [3].

Keselamatan saat Mengukur Sianida di Lapangan (APD dan Deteksi HCN)

Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap aktivitas pengukuran sianida di lapangan. Sianida dalam larutan dapat melepaskan gas hidrogen sianida (HCN) yang sangat beracun jika pH turun (kondisi asam). Berdasarkan rencana manajemen sianida Blackwater Gold Mine, ambang batas alarm HCN diatur pada High 4,7 ppm dan High-High 10 ppm [6].

Alat Pelindung Diri (APD) yang wajib digunakan meliputi:

  • Sarung tangan tahan bahan kimia
  • Kacamata pelindung atau goggles
  • Respirator dengan kartrid untuk gas asam (HCN)
  • Pakaian pelindung tahan bahan kimia

ICMI Standard of Practice 6.1 mewajibkan pemantauan paparan pekerja dan pelatihan keselamatan yang memadai [1]. planetGOLD menekankan bahwa kesenjangan pelatihan keselamatan di sektor Pertambangan Emas Skala Kecil (ASGM) meningkatkan risiko kecelakaan [10]. Pastikan semua personel yang terlibat dalam pengukuran sianida telah menerima pelatihan tentang prosedur tanggap darurat tumpahan sianida, termasuk penggunaan alat bantu pernapasan darurat.

Distributor dan Opsi Pembelian Alat Ukur Sianida di Indonesia

Memahami lanskap distribusi alat ukur sianida di Indonesia akan membantu Anda mendapatkan produk asli dengan dukungan purna jual yang memadai.

Daftar Distributor Terpercaya di Indonesia

Berdasarkan riset, berikut adalah distributor utama alat ukur sianida di Indonesia:

  • HANNA Instruments: Distributor Hanna Instruments HI96714 yang berlokasi di Jawa Tengah. Mereka menyediakan photometer sianida untuk aplikasi air minum dan air permukaan.
  • Cv. Java Multi Mandiri: Distributor Bante321-CN yang dipasarkan melalui platform alat-ukur-indonesia.com. Melayani kebutuhan ion meter portable untuk tambang dan industri lainnya.

Kisaran Harga dan Perbandingan Biaya

Berikut adalah perkiraan kisaran harga berdasarkan riset pasar (harga dapat berubah sewaktu-waktu):

  • HI96714 (Hanna Instruments Photometer): Sekitar Rp10-20 juta melalui Java Groups [11]
  • Bante321-CN (Bante Instruments Ion Meter): Diperkirakan Rp15-25 juta [12]
  • PCN-I310T (Portable Ion Meter): Kisaran harga serupa dengan Bante321-CN [13]
  • Cyanide Test Kit (Universitas Brawijaya): Rp20.000 untuk 60 analisis, dengan biaya per pengukuran sekitar Rp333 [9]

Untuk perhitungan TCO, pertimbangkan juga biaya penggantian elektroda ISE (sekitar Rp3-5 juta per tahun) dan biaya kalibrasi ulang tahunan. Untuk photometer, biaya reagen per pengukuran sekitar Rp10.000, sementara ion meter sekitar Rp5.000 per pengukuran (termasuk depresiasi elektroda).

Regulasi dan Standar yang Perlu Dipatuhi dalam Monitoring Sianida

Kepatuhan terhadap regulasi adalah fondasi dari program monitoring sianida yang efektif. Berikut adalah ringkasan regulasi dan standar utama yang perlu dipatuhi:

  • Permenkes No. 492 Tahun 2010: Batas maksimum sianida dalam air minum 0,07 ppm [7]
  • Permenkes No. 32 Tahun 2017: Baku mutu air untuk keperluan higiene sanitasi
  • KLHK: Baku mutu air limbah untuk kegiatan pertambangan emas [8]
  • ICMI Standard of Practice 4.9: Mewajibkan monitoring WAD cyanide, free cyanide, dan thiocyanate pada pembuangan air permukaan dan air tanah [1]
  • WHO Guidelines for Drinking-water Quality: Pedoman 0,07 ppm untuk sianida dalam air minum [14]

Standar-standar ini menentukan parameter apa yang harus diukur, frekuensi monitoring, dan peralatan yang diperlukan. Pastikan alat ukur yang Anda pilih memiliki spesifikasi yang memadai untuk memenuhi persyaratan deteksi dan akurasi yang ditetapkan oleh regulasi.

Kesimpulan

Memilih alat ukur sianida yang tepat untuk tambang emas adalah keputusan strategis yang mempengaruhi keselamatan pekerja, kepatuhan regulasi, dan efisiensi operasional. Dengan memahami risiko pencemaran sianida, membandingkan teknologi photometer dan ion meter portable, mempertimbangkan kriteria kunci seperti rentang ukur, ketahanan lapangan, kemudahan kalibrasi, dan total biaya kepemilikan, serta mengikuti panduan praktis pengukuran dan keselamatan, Anda dapat membuat keputusan yang tepat dan terinformasi.

Panduan ini memberikan kerangka kerja komprehensif yang tidak ditemukan di tempat lain. Untuk aplikasi air minum dan air permukaan dengan konsentrasi rendah, photometer HI96714 adalah pilihan yang tepat. Untuk air limbah tambang dan tailing dengan rentang konsentrasi lebar, ion meter portable seperti Bante321-CN atau PCN-I310T menawarkan fleksibilitas dan efisiensi biaya per pengukuran yang lebih baik.

Kami, CV. Java Multi Mandiri, adalah supplier dan distributor alat ukur serta instrumen pengujian yang berfokus pada kebutuhan bisnis dan aplikasi industri. Kami memahami tantangan yang dihadapi oleh perusahaan tambang dalam mengelola kualitas air dan memastikan keselamatan operasional. Sebagai mitra bisnis yang terpercaya, kami siap membantu Anda mengoptimalkan operasional dengan menyediakan alat ukur yang tepat, termasuk Alat Ukur Ion Cyanide Bante 321-CN, serta memberikan dukungan teknis yang Anda butuhkan. Untuk konsultasi solusi bisnis atau diskusikan kebutuhan perusahaan Anda, jangan ragu untuk menghubungi tim kami.

Rekomendasi Ion Meter


Disclaimer: Artikel ini disediakan untuk tujuan informasi dan edukasi saja. Ini tidak menggantikan nasihat HSE profesional. Selalu konsultasikan dengan personel yang berkualifikasi dan patuhi peraturan setempat (misalnya, Permenkes, KLHK, ICMI). Spesifikasi dan harga produk dapat berubah; verifikasi dengan sumber resmi atau distributor.

Referensi

  1. International Cyanide Management Institute (ICMI). (2021). ICMI Guidance for Use of the Mining Operations Verification Protocol (June 2021). Retrieved from https://cyanidecode.org/wp-content/uploads/2025/03/15-Mining-Guidance-JUNE-2021.pdf
  2. Hanna Instruments Inc. (N.D.). HI96714 Cyanide ISM Instruction Manual. Retrieved from https://www.documentation.hannainst.com/manuals/preview/1355
  3. Bante Instruments Co., Ltd. (N.D.). Bante321-CN Portable Cyanide Ion Meter. Retrieved from http://www.bante-china.com/enproductsview/612.html
  4. Ronald & Yaumal. (2020). Pajanan Sianida pada Air Tanah di Sekitar Tambang Emas Gorontalo. Universitas Negeri Gorontalo. Retrieved from https://siat.ung.ac.id/files/wisuda/2014-2-1-13201-811410101-bab1
  5. Jurnal Kolaboratif Sains. (2024). Pajanan Sianida pada Masyarakat di Sekitar Tambang Emas. Vol 7 No 5. Retrieved from https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/4572
  6. Blackwater Gold Mine. (2021). Cyanide Management Plan. Retrieved from https://blackwatergoldmine.com/_resources/eac/Condition-32-Cyanide-Management-Plan.pdf
  7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.
  8. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (N.D.). Peraturan tentang Baku Mutu Air Limbah.
  9. Universitas Brawijaya. (2023). Cyanide Test Kit: Inovasi Deteksi Sianida Murah dan Cepat. Antaranews. Retrieved from https://www.antaranews.com (berita terkait)
  10. planetGOLD Program. (N.D.). Can Cyanide be a Responsible Alternative to Mercury?. Retrieved from https://planetgold.org/id/can-cyanide-be-responsible-alternative-mercury
  11. Cv. JAVA Multi Mandiri. (N.D.). Product HI96714 Portable Sianida Photometer. Retrieved from https://java-groups.com/product-1367-alat-photometer-sianida-portabel-hi96714.html
  12. World Health Organization. (2017). Guidelines for Drinking-water Quality: Fourth Edition Incorporating the First Addendum. Geneva: WHO.
Konsultasi Gratis

Dapatkan harga penawaran khusus dan info lengkap produk alat ukur dan alat uji yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Bergaransi dan Berkualitas. Segera hubungi kami.