Panduan Lengkap Pengukuran DO dan BOD di Lapangan untuk Teknisi

Portable DO meter and BOD sampling kit on a field technician's weathered workspace for accurate water quality measurement.

Data Dissolved Oxygen (DO) dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) bukan sekadar angka di dalam laporan. Bagi teknisi lapangan di industri seperti PDAM, tambang, smelter, atau fasilitas pendukung seperti data centre, data ini adalah fondasi dari kepatuhan regulasi, efisiensi operasional, dan kelangsungan bisnis. Namun, tantangan di lapangan nyata: penerapan standar SNI yang rumit, kesalahan sampling yang merusak akurasi, hingga kesulitan troubleshooting alat kerap membuat data yang dihasilkan dipertanyakan.

Artikel ini hadir sebagai panduan lapangan terlengkap dan paling praktis untuk teknisi Indonesia. Kami mengintegrasikan standar resmi SNI 6989.72:2009 dengan protokol operasional harian, dilengkapi dengan prinsip kalibrasi yang benar, teknik sampling anti gagal, dan studi kasus industri nyata. Anda akan mendapatkan roadmap jelas, dari persiapan alat hingga pelaporan data yang siap audit, dirancang khusus untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi kerja Anda di lapangan.

  1. Prinsip Dasar DO, BOD, dan Standar yang Wajib Diketahui Teknisi

    1. Apa Itu DO (Dissolved Oxygen) dan Mengapa Penting?
    2. Memahami BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan Hubungannya dengan DO
    3. Standar Nasional (SNI 6989.72:2009) dan Acuan Internasional
  2. Persiapan dan Kalibrasi DO Meter: Fondasi Akurasi Data

    1. Checklist Persiapan Alat Sebelum Ke Lapangan
    2. Langkah-Langkah Kalibrasi Dua Titik DO Meter (0% & 100% Saturasi)
    3. Kesalahan Umum Kalibrasi dan Cara Mengatasinya
  3. Protokol Sampling dan Pengukuran DO di Lapangan yang Akurat

    1. Teknik Sampling yang Benar: Menghindari Kontaminasi Udara dan Kesalahan Representatif
    2. Pengukuran DO Awal (DO₀) dan Persiapan Inkubasi BOD
    3. Mengatasi Tantangan Lapangan: Suhu Ekstrem dan Lokasi Terpencil
  4. Perhitungan BOD, Interpretasi Data, dan Dokumentasi yang Rapi

    1. Cara Menghitung Nilai BOD dari Data DO₀ dan DO₅
    2. Interpretasi Hasil: Apa Arti Nilai BOD Tinggi atau Rendah?
    3. Template Dokumentasi Lapangan dan Pelaporan Digital
  5. Pemeliharaan Sensor DO Meter dan Studi Kasus Aplikasi Industri

    1. Panduan Perawatan Harian dan Penyimpanan Sensor DO Meter
    2. Studi Kasus 1: Monitoring Efisiensi IPAL di Smelter Nikel
    3. Studi Kasus 2: Pemantauan Kualitas Air Baku dan Produk di PDAM
    4. Aplikasi di Data Centre: Monitoring Cooling Water System
  6. Kesimpulan
  7. Referensi

Prinsip Dasar DO, BOD, dan Standar yang Wajib Diketahui Teknisi

Memahami konsep dasar DO dan BOD bukan hanya soal teori, tetapi tentang mengetahui “mengapa” di balik setiap langkah protokol. Pemahaman ini yang membedakan teknisi yang sekadar menjalankan perintah dengan yang mampu melakukan troubleshooting dan menjamin kualitas data.

Apa Itu DO (Dissolved Oxygen) dan Mengapa Penting?

Dissolved Oxygen (DO) adalah konsentrasi oksigen terlarut dalam air, diukur dalam satuan miligram per liter (mg/L) atau persen saturasi. Dalam konteks operasional bisnis, DO adalah parameter kritis yang berdampak langsung pada biaya dan risiko.

  • Pada sistem pengolahan air limbah (IPAL): DO yang optimal (biasanya 2-4 mg/L untuk proses aerasi) diperlukan untuk menjaga efisiensi mikroba pengurai limbah organik. DO yang terlalu rendah dapat mengakibatkan proses anaerob, menghasilkan bau busuk (seperti H₂S) dan meningkatkan biaya energi untuk aerasi.
  • Pada cooling tower data centre atau industri: Air dengan DO rendah bersifat korosif terhadap pipa dan heat exchanger, memperpendek asset lifetime dan meningkatkan biaya perawatan. Sebaliknya, DO yang sangat tinggi dalam sistem air panas dapat mempercepat korosi.
  • Untuk kepatuhan lingkungan: Baku mutu air limbah seringkali mensyaratkan DO minimum pada titik pelepasan (misalnya, >3 mg/L) untuk menjamin kelangsungan hidup biota di perairan penerima.

Nilai DO ideal untuk kehidupan akuatik adalah 5-8 mg/L, namun kebutuhan operasional industri sangat bervariasi dan harus dimonitor secara ketat [1].

Memahami BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan Hubungannya dengan DO

Biochemical Oxygen Demand (BOD) adalah parameter yang mengukur jumlah oksigen yang dikonsumsi oleh mikroorganisme untuk mengurai bahan organik dalam air pada kondisi aerobik selama periode inkubasi tertentu. Sederhananya, BOD mengindikasikan tingkat pencemaran air oleh materi organik yang dapat terurai.

Hubungannya dengan DO sangat erat dan menjadi inti pengukuran. BOD dihitung berdasarkan selisih antara DO awal (DO₀) dan DO setelah 5 hari inkubasi (DO₅). Prinsip perhitungannya adalah:
BOD (mg/L) = DO₀ - DO₅

Sebagai contoh praktis: Sebuah sampel air limbah diukur memiliki DO₀ = 7.2 mg/L. Setelah diinkubasi 5 hari pada suhu 20°C, DO₅ = 2.1 mg/L. Maka, nilai BOD sampel tersebut adalah 7.2 – 2.1 = 5.1 mg/L. Semakin tinggi nilai BOD, semakin tercemar air tersebut karena membutuhkan lebih banyak oksigen untuk penguraian. Air bersih umumnya memiliki BOD < 3 mg/L.

Standar Nasional (SNI 6989.72:2009) dan Acuan Internasional

Bagi teknisi di Indonesia, standar utama yang tidak boleh diabaikan adalah SNI 6989.72:2009 tentang Cara Uji Kebutuhan Oksigen Biokimia (Biochemical Oxygen Demand/BOD). Standar ini mendefinisikan secara resmi metode pengujian, termasuk cakupannya: “Cara uji ini digunakan untuk menentukan jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh mikroba aerobik untuk mengoksidasi bahan organik karbon dalam contoh uji air limbah, efluen atau air yang tercemar”.

Dua poin kritis dari SNI ini yang harus dipegang teknisi adalah:

  1. Suhu Inkubasi: 20 °C ± 1 °C. Fluktuasi suhu di luar rentang ini akan secara signifikan mempengaruhi laju metabolisme mikroba dan merusak akurasi hasil BOD.
  2. Waktu Inkubasi: 5 hari ± 6 jam.

Selain SNI, protokol internasional seperti dari U.S. Environmental Protection Agency (EPA) dan American Public Health Association (APHA) sering menjadi acuan tambahan, terutama untuk kalibrasi alat dan jaminan kualitas data. Untuk rujukan lengkap, Anda dapat mengakses Dokumen SNI 6989.72:2009 tentang Pengujian BOD dan Panduan EPA tentang Pengukuran DO dan BOD sebagai bahan studi.

Persiapan dan Kalibrasi DO Meter: Fondasi Akurasi Data

Kalibrasi yang benar adalah non-negotiable untuk menghasilkan data yang kredibel. Data DO yang meleset 0.5 mg/L dapat menyebabkan perhitungan BOD yang salah dan kesimpulan operasional yang keliru.

Checklist Persiapan Alat Sebelum Ke Lapangan

Sebelum berangkat, pastikan semua peralatan dalam kondisi siap pakai. Berikut checklist praktis:

  • DO Meter (e.g., Hanna HI98193): Baterai penuh, probe bersih, dan elektrolit serta membran sensor dalam kondisi baik (tidak kering atau berlubang).
  • Botol BOD: Tersedia dalam jumlah cukup, bersih, dan bebas kontaminan organik. Siapkan juga tutup yang rapat.
  • Termometer kalibrasi: Untuk memverifikasi suhu sampel dan inkubator.
  • Cooling Box atau Ice Pack: Untuk menjaga suhu sampel ≤ 4°C selama transport jika pengukuran tidak langsung.
  • Alat Sampling: Water sampler atau botol sampler yang sesuai (untuk kedalaman tertentu).
  • Form Dokumentasi Lapangan: Buku catatan tahan air atau perangkat digital dengan form yang telah disiapkan (termasuk kolom untuk lokasi GPS, waktu, suhu, dan pengamatan lapangan).
  • Peralatan Pendukung: Sarung tangan, alat tulis, label, dan tas lapangan yang tahan air.

Langkah-Langkah Kalibrasi Dua Titik DO Meter (0% & 100% Saturasi)

DO meter modern seperti HI98193 umumnya menggunakan sensor galvanic atau optical.

  1. Persiapan: Pastikan sensor telah terpasang dan dibasahi sesuai petunjuk. Atur kompensasi salinitas dan tekanan barometrik sesuai kondisi lokasi pengukuran.
  2. Kalibrasi 0% (Zero Oxygen): Gunakan larutan sodium sulfit (Na₂SO₃) atau larutan zero oxygen khusus. Celupkan probe, pastikan tidak ada gelembung udara yang menempel. Tunggu pembacaan stabil (bisa mencapai 2-5 menit) lalu konfirmasi kalibrasi pada nilai 0 mg/L.
  3. Kalibrasi 100% (Air Jenuh): Tempatkan probe di udara terbuka (pastikan membran tidak menyentuh permukaan apa pun) atau dalam air jenuh udara yang telah diaduk perlahan. Bacaan saturasi pada 20°C adalah sekitar 8.26 mg/L. Tunggu pembacaan stabil dan konfirmasi kalibrasi.
  4. Verifikasi: Setelah kalibrasi, manual Hanna HI98193 menyarankan untuk menunggu setidaknya 15 menit untuk memastikan probe terkondisi dengan baik sebelum melakukan pengukuran sampel.

Proses kalibrasi ini harus mengikuti rekomendasi produsen dan protokol standar. Anda dapat merujuk pada Manual Resmi DO Meter Hanna HI98193 untuk instruksi spesifik alat Anda, serta Manual Pengukuran DO Lapangan dari EPA untuk konteks protokol yang lebih ketat.

Kesalahan Umum Kalibrasi dan Cara Mengatasinya

  • Drift Pembacaan: Sensor tidak stabil setelah kalibrasi. Penyebab: Membran kotor, elektrolit hampir habis, atau gelembung udara di bawah membran. Solusi: Bersihkan sensor, ganti elektrolit/membran sesuai jadwal perawatan, pastikan instalasi membran benar.
  • Respons Lambat: Sensor sangat lambat mencapai pembacaan stabil. Penyebab: Membran sudah tua atau tersumbat. Solusi: Ganti membran sensor.
  • Error Kalibrasi 100%: Tidak bisa mencapai nilai saturasi yang diharapkan. Penyebab: Tekanan barometrik atau setting salinitas salah; membran rusak. Solusi: Periksa dan koreksi setting kompensasi; ganti membran jika diperlukan.
  • Larutan Kalibrasi Kedaluwarsa: Larutan sodium sulfit untuk kalibrasi 0% kehilangan efektivitasnya. Solusi: Selalu gunakan larutan kalibrasi baru atau buat segar.

Protokol Sampling dan Pengukuran DO di Lapangan yang Akurat

Protokol ini dirancang sebagai SOP lapangan untuk meminimalkan variabel pengacau dan menghasilkan data yang representative.

Teknik Sampling yang Benar: Menghindari Kontaminasi Udara dan Kesalahan Representatif

Kesalahan sampling adalah sumber ketidakakurasi utama. Prinsipnya: sampel harus mewakili kondisi sesungguhnya tanpa terpengaruh oleh proses pengambilannya.

  • Pengisian Botol: Isi botol sampel secara perlahan, biarkan air meluap sekitar 2-3 kali volume botol tanpa membuat gelembung udara. Tutup segera di dalam air. Gelembung udara akan meningkatkan kadar DO artifisial.
  • Sampling dari Berbagai Kedalaman: Gunakan water sampler yang sesuai. Hindari mengambil sampel hanya dari permukaan.
  • Pengawetan (Jika Diperlukan): Jika pengukuran DO tidak bisa dilakukan dalam waktu 15 menit, sampel harus diawetkan dengan mendinginkannya pada 4°C dan diukur sesegera mungkin, maksimal dalam 24 jam sesuai protokol standar.

Pengukuran DO Awal (DO₀) dan Persiapan Inkubasi BOD

  1. Stabilkan Suhu Sampel: Bawa sampel mendekati suhu ruang pengukuran (jika sampel sangat dingin atau panas) untuk menghindari kondensasi pada sensor dan kesalahan pembacaan.
  2. Ukur DO₀ Segera: Ukur konsentrasi DO sampel dalam waktu <15 menit setelah pengambilan. Aduk sampel atau aduk probe dengan lembut selama pengukuran untuk menjaga aliran air di atas membran sensor.
  3. Siapkan Inkubasi BOD: Setelah DO₀ diukur, segera pindahkan sampel ke dalam botol BOD. Isi hingga melimpah, tutup rapat untuk menghindari udara. Beri label yang jelas (kode sampel, tanggal, waktu, DO₀).
  4. Mulai Inkubasi: Masukkan botol BOD ke dalam inkubator yang telah distabilkan pada suhu 20°C ± 1°C sesuai SNI 6989.72:2009. Catat waktu mulai inkubasi.

Mengatasi Tantangan Lapangan: Suhu Ekstrem dan Lokasi Terpencil

  • Kondisi Panas Terik: Gunakan cooling box dengan ice pack untuk menjaga suhu sampel selama transport. Lindungi alat dari paparan sinar matahari langsung berlebihan.
  • Kondisi Hujan: Siapkan payung atau shelter portabel untuk melindungi area pengukuran dan alat elektronik. Pastikan probe tidak terkontaminasi air hujan.
  • Lokasi Tanpa Listrik: Pilih DO meter portable dengan baterai berdaya tahan lama (seperti HI98193) dan bawa power bank cadangan. Untuk inkubasi, pertimbangkan penggunaan incubator portable bertenaga baterai atau kerjasama dengan fasilitas terdekat.

Perhitungan BOD, Interpretasi Data, dan Dokumentasi yang Rapi

Setelah proses lapangan, tahap analisis dan pelaporan menentukan nilai dari data yang telah dikumpulkan dengan susah payah.

Cara Menghitung Nilai BOD dari Data DO₀ dan DO₅

Setelah 5 hari (± 6 jam), ukur DO pada sampel yang telah diinkubasi (DO₅). Perhitungan BOD dasar adalah:
BOD₅ (mg/L) = DO₀ - DO₅

Contoh Studi Kasus Nyata: Dalam sebuah penelitian pemantauan kualitas air, sampel dari suatu titik diambil dan diukur DO₀ = 5.8 mg/L. Setelah inkubasi 5 hari, DO₅ = 1.2 mg/L. Maka BOD₅ = 5.8 – 1.2 = 4.6 mg/L. Ini mengindikasikan adanya pencemaran organik dengan tingkat sedang.

Quality Control (QC): Selalu lakukan pengukuran duplo (dua sampel identik). Selisih antara hasil duplo sebaiknya tidak melebihi 10-15% untuk memastikan presisi. Penggunaan blanko (air pengencer bebas organik) juga diperlukan untuk mengoreksi jika blanko menunjukkan penurunan DO yang signifikan.

Interpretasi Hasil: Apa Arti Nilai BOD Tinggi atau Rendah?

Interpretasi harus dikaitkan dengan baku mutu dan konteks operasional:

  • BOD Tinggi (>30 mg/L untuk air limbah domestik yang diolah, misalnya): Mengindikasikan beban pencemaran organik yang tinggi. Dampak operasional: Membutuhkan energi aerasi lebih besar di IPAL, risiko pelanggaran baku mutu air limbah (misalnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021), dan potensi penurunan DO drastis di badan air penerima.
  • BOD Rendah (mendekati 0 mg/L): Pada air olahan, ini bagus. Namun, pada air baku atau di kolam aerasi, BOD yang terlalu rendah bisa berarti tidak ada cukup “makanan” untuk mikroba, mengindikasikan sistem biologis tidak bekerja optimal atau adanya zat toksik yang menghambat mikroba.

Template Dokumentasi Lapangan dan Pelaporan Digital

Dokumentasi yang baik adalah bukti audit trail. Sebuah template laporan yang baik mencakup:

  • Identitas Sampel: Kode, lokasi (koordinat GPS), tanggal/waktu sampling, nama teknisi.
  • Kondisi Lapangan: Suhu udara/air, cuaca, foto titik sampling.
  • Data Kalibrasi: Tanggal kalibrasi, nilai kalibrasi, sertifikat kalibrasi (jika ada).
  • Data Pengukuran: DO₀, suhu sampel saat pengukuran, waktu mulai inkubasi.
  • Data Hasil BOD: DO₅, nilai BOD yang dihitung, hasil duplo, dan kesimpulan singkat.

Integrasi dengan aplikasi mobile untuk mencatat data langsung, melampirkan foto, dan mensinkronisasi ke database pusat sangat meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan data entry.

Pemeliharaan Sensor DO Meter dan Studi Kasus Aplikasi Industri

Investasi pada alat ukur perlu dilindungi dengan perawatan yang tepat. Selain itu, memahami aplikasi di berbagai sektor memperkaya wawasan teknis.

Panduan Perawatan Harian dan Penyimpanan Sensor DO Meter

  • Setelah Penggunaan: Bilas probe dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran. Keringkan dengan ditepuk-tepuk lembut menggunakan tisu, jangan digosok.
  • Penyimpanan Jangka Pendek: Simpan probe dengan tutup pelembab yang telah dibasahi air suling. Pastikan membran tetap basah.
  • Penyimpanan Jangka Panjang (>1 minggu): Ikuti petunjuk manual. Untuk beberapa sensor, mungkin perlu disimpan dalam larutan penyimpanan khusus.
  • Penggantian Rutin: Elektrolit dan membran adalah consumable parts. Ganti sesuai interval yang direkomendasikan produsen (biasanya setiap 6-12 bulan tergantung penggunaan) atau jika performa menurun. Prosedur perawatan detail dapat dilihat di Manual Resmi DO Meter Hanna HI98193.

Studi Kasus 1: Monitoring Efisiensi IPAL di Smelter Nikel

Di fasilitas smelter, pengukuran DO dan BOD kritis untuk memastikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berjalan optimal dan laporan ESG (Environmental, Social, and Governance) dapat dipertanggungjawabkan. Protokol terpusat pada 3 titik kritis:

  1. Outlet IPAL (Batas Pembuangan): Pengukuran DO memastikan air limbah yang dibuang telah teraerasi cukup. Perhitungan BOD memverifikasi kepatuhan terhadap baku mutu.
  2. Kolam Aerasi: Pemetaan profil DO di berbagai titik kolam (inlet, tengah, outlet) menjadi indikator visual efisiensi transfer oksigen dan kinerja mikroba. BOD yang tidak turun dari inlet ke outlet menandakan masalah.
  3. Sungai Penerima (Upstream & Downstream): Pengukuran DO dan BOD memantau dampak riil pembuangan terhadap lingkungan, membedakan fluktuasi alami dari dampak industri.

Studi Kasus 2: Pemantauan Kualitas Air Baku dan Produk di PDAM

Bagi PDAM, parameter BOD pada air baku mengindikasikan tingkat pencemaran organik yang harus dihilangkan selama proses koagulasi, sedimentasi, dan filtrasi. DO pada air produk akhir yang rendah (<4 mg/L) dapat memicu keluhan konsumen karena rasa yang tidak segar dan berpotensi menyebabkan korosi pada jaringan pipa distribusi. Studi kasus nyata dari PDAM Semarang menunjukkan bagaimana monitoring rutin membantu mengoptimasi dosis koagulan dan mencegah masalah kualitas air [2].

Aplikasi di Data Centre: Monitoring Cooling Water System

Meski bukan aplikasi utama, pengukuran DO dan BOD dalam sistem air pendingin (cooling water system) data centre memiliki nilai strategis. Air dengan kandungan bahan organik terlarut (yang berkontribusi pada BOD) dapat menjadi nutrien bagi pertumbuhan mikroba, biofilm, dan algae di dalam cooling tower dan pipa. Biofouling ini mengurangi efisiensi pertukaran panas, meningkatkan biaya energi, dan berisiko menjadi tempat berkembang biak bakteri patogen seperti Legionella. Standar seperti dari ASHRAE Guideline 12 menekankan pentingnya mengontrol pertumbuhan mikrobiologi dalam sistem pendingin. Monitoring DO (sebagai indikator kondisi aerobik/anaerobik) dan BOD (sebagai indikator potensi nutrien organik) dapat menjadi bagian dari program pengendian kualitas air yang proaktif untuk melindungi aset kritikal dan kesehatan.

Kesimpulan

Pengukuran DO dan BOD di lapangan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan berdiri di atas tiga pilar utama: (1) Pemahaman mendalam tentang prinsip dan standar (terutama SNI 6989.72:2009), (2) Disiplin tinggi dalam menjalankan protokol kalibrasi, sampling, dan pengukuran yang benar, serta (3) Dokumentasi dan perawatan yang rapi untuk memastikan keberlanjutan kualitas data dan alat. Panduan lengkap ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori standar dan realitas operasional harian Anda sebagai teknisi di berbagai lini industri.

Dengan menerapkan langkah-langkah sistematis mulai dari persiapan, kalibrasi dua titik, teknik sampling bebas gelembung, hingga perhitungan dan pelaporan yang tertib, Anda tidak hanya menghasilkan data yang memenuhi audit, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan perusahaan Anda.

Artikel ini merupakan panduan teknis umum. Untuk aplikasi spesifik dan kepatuhan regulasi, selalu konsultasikan dengan ahli lingkungan atau laboratorium terakreditasi. Pastikan untuk merujuk pada dokumen standar resmi (SNI, EPA) dan manual produsen alat terbaru sebelum melakukan pengukuran. Penulis tidak bertanggung jawab atas kesalahan penerapan protokol.

Sebagai mitra bisnis untuk kebutuhan instrumentasi pengukuran dan pengujian di Indonesia, CV. Java Multi Mandiri memahami bahwa akurasi data dimulai dari alat yang terpercaya dan didukung oleh pengetahuan operasional yang tepat. Kami menyediakan solusi peralatan ukur, termasuk DO/BOD meter portabel yang dirancang untuk tantangan lapangan, untuk mendukung operasional dan program pemantauan kualitas air di berbagai sektor industri. Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai kebutuhan spesifik perusahaan Anda, tim ahli kami siap membantu melalui halaman konsultasi solusi bisnis.

Rekomendasi TDS Meter

Referensi

  1. U.S. Environmental Protection Agency (EPA). (N.D.). 5.2 Dissolved Oxygen and Biochemical Oxygen Demand. Water: Monitoring & Assessment. Retrieved from https://archive.epa.gov/water/archive/web/html/vms52.html
  2. Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2009). SNI 6989.72:2009 Standar Nasional Indonesia Air dan air limbah – Bagian 72: Cara uji Kebutuhan Oksigen Biokimia (Biochemical Oxygen Demand/BOD). Retrieved from https://sainstkim.teknik.ub.ac.id/wp-content/uploads/2016/12/SNI-6989-72_2009-Cara-Uji-Kebutuhan-BOD.pdf
  3. U.S. Environmental Protection Agency (EPA) Region 4. (2025). Field Measurement of Dissolved Oxygen Effective Date: 04/23/25 (Operating Procedure FSBPROC-106-R6). Laboratory Services & Applied Science Division. Retrieved from https://www.epa.gov/sites/default/files/2017-07/documents/field_do_measurement106_af.r4.pdf
  4. Hanna Instruments. (N.D.). INSTRUCTION MANUAL HI98193 Dissolved Oxygen BOD/OUR/SOUR Meter. Retrieved from http://ponpe.com/download/HANNA/manual/manual_HI98193.pdf
Konsultasi Gratis

Dapatkan harga penawaran khusus dan info lengkap produk alat ukur dan alat uji yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Bergaransi dan Berkualitas. Segera hubungi kami.