Konstruksi Jembatan Gantung

Konstruksi Jembatan Gantung – Jembatan gantung merupakan salah satu jenis konstruksi jembatan yang umum digunakan untuk jembatan bentang panjang. Tipe jembatan gantung cocok diterapkan untuk jembatan dengan bentang yang panjang sehingga tidak memerlukan tiang penyangga. Jembatan gantung sendiri terdiri atas 3 bagian utama yaitu :

  • Pelengkung penggantung
  • Batang penggantung atau hanger dari kabel baja
  • Dek jembatan yang berguna sebagai pendukung lalu lintas

Konstruksi Jembatan Gantung

Jembatan gantung juga mempunyai bentang luar atau side span selain bentang utamanya. Bentang ini mempunyai fungsi sebagai pengikat atau pengangker (jangkar) kabel utama pada balok angker / jangkar. Meskipun begitu dalam konstruksinya, jembatan gantung juga ada yang menggunakan kabel utama yang diangkerkan langsung pada ujung jembatan. Dengan begitu maka sistem ini tidak memungkinkan adanya bentang luar, pada sistem ini juga terkadang tidak memerlukan adanya pilar.

Bentuk Struktur pada Jembatan Gantung

Dalam hubungan dengan bentang luar (side plan), struktur jembatan gantung dapat dibedakan menjadi :

1. Bentuk batang luar bebas atau side span free

Jenis ini membuat batang luar kabel utama tidak terhubung atau menahan dengan hanger atau lantai jembatan. Karenanya pada jenis ini tidak terdapat hanger di bagian batang luarnya. Jenis side span free kabel utamanya berbentuk lurus pada bentang luar dan umum disebut juga dengan tipe straight backstays.

2. Bentuk bentang luar yang digantungi atau side span suspended

Jenis side span suspended menggunakan kabel utama untuk menahan struktur lantai jembayan yang terhubung dengan bentang luar. Kabel utama ini akan dihubungkan dengan hanger pada jembatan.

Jenis Konstruksi Jembatan Gantung

Secara umum atau garis besar, konstruksi jembatan gantung dibagi menjadi 2 garis besar yaitu :

1. Jembatan gantung tanpa pengaku / Konstruksi Jembatan Gantung Sederhana

Jenis konstruksi ini hanya digunakan pada struktur konstruksi jembatan gantung sederhana yang tidak terlalu rumit dan menahan beban yang terlalu berat. Pada jenis ini tidak didukung dengan lantai jembatan yang kaku, struktur kaku atau balok menerus juga kurang memenuhi syarat untuk lantai jembatan yang kaku. Jadi pada tipe tanpa pengaku maka seluruh beban lalu lintas maupun beban jembatan akan ditahan oleh kabel.

Kabel menjadi elemen utama pada jembatan gantung tipe ini karena tidak terdapat struktur kaku pada jembatan. Hal ini karena lantai jembatan dapat terbuat dari balok kayu biasa atau bahkan hanya dari bambu. Secara keseluruhannya, perhitungan struktur pendukung lalu lintas kekakuannya bisa diabaikan. Jadi seluruh beban pada jembatan gantung tipe ini akan ditumpukan pada kabel baja / kabel utama melalui hanger.

2. Jembatan gantung dengan pengaku

Berbeda dengan jenis sebelumnya, pada jenis pengaku akan menggunakan struktur dengan kekakuan tertentu yang berfungsi sebagai keamanan atau kenyamanan maupun fungsi lainnya. Pada jenis ini terdapat lantai jembatan yang kaku untuk mendukung dan menahan beban lalu lintas diatas jembatan pada bagian strukturnya.

Pada jenis jembatan gantung pengaku ini mempunyai kekakuan tertentu sehingga beban jembatan dapat terbagi antara kabel dengan gelagar pengaku. Pembagian beban ini menggunakan prinsip yang disebut kompatibilitas lendutan atau kerjasama antara kabel dengan dek dalam yang mendukung lendutan.

Pada jembatan gantung jenis pengaku sendiri mempunyai 2 jenis umum yaitu :

  • Jenis rangka batang kaku atau stiffening truss

Bagian yang kaku atau diperkakukan pada jenis ini terdapat pada bagian lurus pendukung lantai jembatan atau dek dengan hanger yang terhubung pada kabel utama.

  • Jenis rantai kaku atau braced chain

Bagian yang kaku atau diperkakukan pada jenis ini merupakan bagian yang fungsinya sebagai kebal utama.

Sistem Kabel pada Konstruksi Jembatan Gantung

Kabel merupakan bagian utama pada struktur jembatan gantung. Dengan vitalnya peran kabel maka kabel jembatan gantung harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  • Mempunyai keseragaman penampang di seluruh bentang
  • Gaya yang bekerja pada kabel selalu gaya tarik aksial
  • Beban yang bekerja pada kabel harus sesuai dengan bentuk kabel
  • Kabel harus sesuai dengan panjang bentang dan beban maksimal yang akan diterimanya
  • Kabel harus mempunyai fleksibilitas yang baik agar bentuknya bisa menyesuaikan dengan beban yang diterimanya
  • Beban pada kabel harus terbagi merata sehingga bentunya akan melengkung seperti parabola

Menara (Tower) pada Jembatan Gantung

Menara yang digunakan pada sistem jembatan gantung akan menjadi tumpuan kabel utama untuk menahan beban yang ditahan kabel. Beban ini kemudian akan diteruskan ke tanah melalui pondasi jembatan. Jenis konstruksi menara ini bisa berjenis konstruksi cellular yang dibuat dari pelat baja lembaran, beton bertulang maupun baja berongga.

Kelebihan Jembatan Gantung

  1. Seluruh struktur jembatan bisa dibangun tanpa perancah dari tanah.
  2. Struktur utama akan tampak gagah dan terlihat berfungsi dengan baik.
  3. Untuk jembatan dengan bentang lebih dari 600 meter jenis jembatan gantung menjadi yang paling ekonomis.

Kelemahan Jembatan Gantung

  1. Bila kekakuan lantai kerja tidak cukup maka ketika terkena angin besar jembatan akan bergoyang dan tidak stabil akibat adanya resonansi.

Sama halnya dengan jenis jembatan lainnya, untuk memastikan kekuatan jembatan gantung juga harus dilakukan pengujian. Pengujian yang dilakukan pada jembatan adalah loading test jembatan, salah satu jenis pengujian ini adalah dengan mengukur getaran pada jembatan ketika mendapatkan beban kendaraan.

Beban ini umumnya akan menggunakan truk bermuatan besar yang akan berjalan melewati semacam tanggul. Ketika truk melewatinya dan roda menghantam lantai jembatan maka akan menghasilkan getaran, getaran inilah yang akan diukur. Pengukuran getaran tersebut akan dilakukan menggunakan alat ukur getaran jembatan dengan tipe VM400.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Cart (0 items)
No products in the cart.