Cara Merawat Kesuburan Tanah

Cara Merawat Kesuburan TanahKesuburan tanah dapat diartikan sebagai kondisi atau keadaan dan kemampuan pada tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman dengan berbagai komponen yang terdapat di dalamnya. Adapun komponen tersebut meliputi kimiawi, biologi, dan fisika. 

Cara Merawat Kesuburan Tanah

Penting untuk mengetahui bahwa kesuburan tanah itu berbeda dengan kesehatan tanah. Kesehatan tanah lebih diartikan sebagai suatu kondisi dimana keadaan tanah tersebut menjamin tanah untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Adapun ciri – ciri tanah yang subur yaitu mempunyai lapisan humus yang tebal. 

Biasanya suatu tanah yang subur dapat dilihat melalui ketebalan bunga tanah atau humusnya, jika tanah tersebut semakin tebal maka kaya dengan bahan organik dan unsur hara. Jadi bisa menyerap zat hara sebagai bahan baku untuk melakukan proses fotosintesis.

Ciri Tanah Yang Subur

Adanya ketersediaan humus juga berperan sebagai tanda bahwa sistem drainase lahan sekitar memiliki kualitas yang cukup baik. Dengan humus yang tebal maka dapat meningkatkan daya isap tanah terhadap air. Berikut ini adalah hal – hal yang menyebabkan struktur lapisan humus berongga sehingga air dapat masuk lebih banyak :

1. Memiliki pH yang netral

Untuk tanah yang baik biasanya mempunyai tingkat keasaman  yang seimbang, maka dari itu perlu diketahui bahwa pH normal tanah berada sekitar 6 sampai 8 atau kondisi terbaiknya berada sekitar 6,5 hingga 7, 5. Jika pH tanah dalam kondisi yang netral maka memungkinkan adanya ketersediaan berbagai unsur kimiawi tanah yang seimbang.

Untuk jenis tanah yang memiliki tingkat keasaman yang berlebihan maka diperlukan proses pengapuran yang bertujuan untuk mengembalikan pH tanah ke kondisi yang netral. Untuk tanah yang terlalu basa juga pH nya akan lebih dari 8 jadi perlu diberikan sulfur atau belerang yang ada pada kandungan pupuk amonium sulfat (ZA). Jika menggunakan pH netral maka tumbuhan akan lebih mudah dalam menyerap ion unsur hara serta menjaga perkembangan mikroorganisme tanah.

2. Memiliki tekstur lempung

Untuk tanah yang subur maka akan memiliki tekstur lempung yang berfungsi untuk mengikat berbagai mineral. Dengan begitu maka tanah tidak akan mudah hanyut terbawa air dan kadar lempung normal biasanya ada pada lapisan tanah tengah. Selain itu, mempunyai juga kandungan pasir yang cukup dan bermanfaat jika terjadi drainase dan air maka dapat terserap ke dalam tanah dengan baik.

3. Kaya dengan biota tanah

Adanya makhluk hidup yang berukuran kecil di tanah maka menandakan bahwa didalam tanah terdapat berbagai bahan organik yang dibutuhkan oleh mikroorganisme. Maka dari itu mikrofauna dan mikroflora berperan sebagai indikator kesuburan tanah. 

Selain ciri-ciri yang sudah disebutkan, ada salah satu tanda kesuburan tanah dengan cara memperhatikan vegetasi yang tumbuh di sekitarnya. Apabila semakin banyak dan beragam jenis tanaman yang tumbuh, maka semakin baik juga kualitas tanah tersebut.

Penting sekali untuk mengetahui bahwa tidak semua jenis tanah dapat subur dengan sempurna. Untuk jenis tanah yang tandus memiliki kadar humus yang rendah. Jika kondisi tanah tersebut maka akan membuat tanah menjadi sulit untuk dijadikan sebagai lahan pertanian. Biasanya tanah tandus disebabkan oleh faktor cuaca, unsur hara dan juga mineral tanah yang rendah, serta kurangnya rongga udara di tanah.

Cara Merawat Kesuburan Tanah

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membuat tanah tandus menjadi subur :

1. Rutin memberikan pupuk

Pupuk akan membuat tanah tandus menjadi subur kembali karena kandungan unsur hara pada tanah tandus tersebut rendah, maka harus ditingkatkan dengan pupuk. Pemberian pupuk dapat dilakukan menggunakan dua jenis pupuk yaitu pupuk kompos dan pupuk kandang.

2. Memperkaya organisme penyubur tanah

Organisme kesuburan tanah memegang peran yang penting. Organisme tersebut akan membantu dalam dekomposer tanah, penguraian polutan, pereaksi kimia dalam tanah dan lainnya. Pada hal ini cacing akan menjadi salah satu penyubur tanah. Agar organisme tersebut timbul maka perlu dilakukan pelapisan dengan cara memberikan pupuk kandang pada tanah. Pupuk tersebut akan dijadikan sebagai media pengembangbiakan alami dari makhluk hidup kecil tersebut. 

3. Menutup tanah dengan mulsa

Mulsa dalam bidang pertanian dapat diartikan sebagai sebuah penutup yang diberikan agar tanah dapat terhindar dari sinar matahari secara langsung. Dengan menggunakan mulsa dapat mencegah adanya pertumbuhan rumput, menjaga kelembaban, dan menyediakan nutrisi tambahan pada tanah.

Mulsa terbagi dalam tiga jenis yaitu mulsa organik seperti kulit basah, jerami, dan kulit kencang. Kemudian mulsa anorganik seperti batu dan plastik, serta mulsa alami atau hidup seperti tanaman semanggi, kacang – kacangan, serta ubi jalar.

Cara Mengembalikan pH Tanah Netral

Umumnya untuk pH tanah dimulai dari 0 – 14, apabila saat melakukan pengujian tingkat keasaman tanah menunjukkan angka <6.5 berarti tanah tersebut tanah yang asam. Jika tanah basa memiliki tingkat keasaman sekitar 7 – 14. Untuk tanah normal atau netral tingkat keasamannya berada pada angka 6 – 8 dan kondisi idealnya ada pada angka 6,5 – 7,5.

Tentu saja hal tersebut berkaitan dengan fase pertumbuhan dari tanaman. Apabila pH tanah semakin tinggi maka semakin basa dan kandungan unsur hara yang terkandung didalamnya akan sulit diserap oleh tanaman. Namun jika kondisi tanah cenderung asam maka pH tanah terlalu rendah.

Untuk tanah basa biasanya memiliki kandungan hara dan mikroorganisme yang sangat sedikit jadi pertumbuhan tanaman akan terganggu. Sedangkan tanah yang masam akan membuat tanaman mudah keracunan oleh unsur logam serta kekurangan unsur hara.

Maka dari itu unsur hara dan mineral akan mudah diserap oleh tanaman jika berada pada kondisi netral. Apabila tingkat keasaman sudah diketahui maka segera ambil tindakan untuk menetralkannya. Untuk menetralkan tanah asam dan basa tentu caranya berbeda. Berikut ini adalah beberapa cara untuk menetralkan pH tanah secara alami.

1. Menetralkan Tanah Asam yang pHnya kurang kurang dari 6,5

  • Anda bisa menambahkan bubuk kapur
  • Bisa memakai serbuk kayu yang mengandung potasium. Dalam penggunaannya tidak dilakukan bersamaan dengan urea, sebab percampuran kedua bahan tersebut bisa menghasilkan gas amonia.
  • Menggunakan abu kayu yang cara pengaplikasiannya tidak mengenai akar tanaman atau bibit tanaman agar tidak merusak.

2. Menetralkan Tanah Basa dengan pH lebih dari 7,5

  • Berikan bubuk belerang atau sulfur.
  • Berikan ampas teh teh ataupun kopi.
  • Gunakanlah material organik seperti pupuk kompos atau pupuk kandang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Cart (0 items)

No products in the cart.