Tahap Perencanaan Gedung Bertingkat

Tahap Perencanaan Gedung Bertingkat – Dalam berbagai proyek pembangunan atau konstruksi, tahap persiapan merupakan tahap awal yang akan dikerjakan oleh kontraktor proyek. Meskipun belum masuk ke dalam tahap pembangunan, namun tahap persiapan ini akan mempengaruhi jalannya proyek tersebut. Dari tahap ini akan diketahui bagaimana tingkat kesulitan lahan, perkiraan waktu pengerjaan, dsb.

Perencanaan Gedung Bertingkat

Efisiensi pekerjaan nantinya juga sangat dipengaruhi oleh tahap persiapan, untuk lebih jelasnya mengenai tahap persiapan ini mari kita simak pembahasan berikut.

Tahap Perencanaan Gedung Bertingkat

Metode Pekerjaan Persiapan Proyek

Dalam proyek pembangunan gedung bertingkat, beberapa tahap persiapan yang harus dilakukan lebih dulu adalah sebagai berikut :

1. Direksi keet

Direksi keet merupakan tempat yang berguna sebagai pengawasan, pengendalian dan tempat mengerjakan berbagai pekerjaan administrasi proyek lainnya. Di dalam tempat ini paling tidak harus ada gambar schedule proyek dan gambar bestek / rancangan, komputer beberapa unit dan arsip penting. Bahkan dalam tempat ini juga bisa digunakan untuk menyimpan bahan bangunan yang akan digunakan. Walaupun tiap proyek umumnya mempunyai gudang sendiri, namun direksi keet juga biasa digunakan untuk menyimpan bahan bangunan.

2. Pengukuran dan Bouwplank

Pekerjaan ini dilakukan untuk mensurvei dan memetakan lokasi proyek yang akan dilakukan pembangunan. Beberapa pekerjaan yang dilakukan dalam tahap ini adalah :

  • pengukuran batas luas lahan
  • pengukuran batas bangunan
  • penyelidikan tanah
  • pembuatan barak bangunan
  • penyedian air dan listrik
  • pengukuran as bangunan
  • pemberesan dan pembersihan lokasi proyek
  • pengerjaan timbunan dan galian (apabila kontur tanah tidak sesuai dengan perkiraan), dll

Bouwplank sendiri adalah papan bangunan yang dibuat dari kayu untuk menentukan titik as bangunan sesuai dengan gambar denah sesuai dengan yang direncanakan. Biasanya akan ada sedikit perbedaan antara perencanaan dengan pengukuran langsung di lapangan.

3. Persiapan Alat

Peralatan merupakan hal penting yang harus sudah disiapkan sebelum proyek pembangunan berjalan. Disini kontraktor harus memperhitungkan peralatan atau alat apa saja yang akan digunakan dalam proyek dan apakah semua alat itu sudah dipunyai atau belum. Bila belum maka dapat ditentukan apakah peralatan ini akan dibeli atau menyewanya dari perusahaan lain.

Hal ini tentunya akan disesuaikan dengan anggaran biaya dan juga apakah alat tersebut akan digunakan kembali atau tidak. Berikut beberapa alat yang harus disiapkan untuk beberapa pekerjaan dalam pembangunan gedung bertingkat :

Pekerjaan Peralatan
Menentukan titik pondasi Theodolite, Prisma dan Tripod
Pekerjaan galian dengan excavator Excavator
Galian memakai tenaga manusia Cangkul, Linggis dan Palu
Pekerjaan pemasangan bekisting Palu, Treck Stang, Meteran dan Gergaji
Pekerjaan penulangan Bar Bender dan Bar Cutter
Pekerjaan pengecoran Concrete Pump, Truck Mixer dan Vibrator

4. Persiapan Bahan

Berbeda dengan peralatan dalam pekerjaan konstruksi, bahan yang digunakan umumnya hanya digunakan untuk sekali pakai. Bahan yang harus disiapkan dalam proyek konstruksi bangunan bertingkat adalah :

Pekerjaan Nama Bahan
Pengerjaan bekisting Multiplek 9 mm, Kaso 5/7 dan Paku
Pekerjaan penulangan Baja Tulangan dan Kawat benrat
Pengerjaan pengecoran Beton Ready Mix 

Khusus untuk bahan beton ready mix dapat disiapkan ketika proses pengecoran dilakukan. Hal ini karena beton ready mix merupakan cor beton yang siap digunakan.

5. Persiapan Tenaga Kerja

Setelah peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pembangunan gedung bertingkat telah siap maka persiapan selanjutnya adalah tenaga kerja. Tenaga kerja dalam proyek pembangunan juga merupakan hal penting yang harus disiapkan dengan baik. Pastikan tenaga kerja yang mengerjakan proyek pembangunan mempunyai kualitas yang baik untuk menghasilkan bangunan sesuai perencanaan.

Kualitas pekerja menjadi hal penting karena pengawas atau mandor juga tidak mungkin mengecek setiap detail bangunan. Mereka umumnya hanya memeriksa bagian-bagian penting dari suatu bangunan saja. Selain kualitasnya, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan juga harus disesuaikan dengan skala proyek dan waktu pengerjaan.

Setelah semua persiapan selesai barulah masuk ke tahap kedua yang merupakan tahap utama pembangunan. Untuk lebih jelasnya mari kita simak pada “Tahap Pembangunan Gedung Bertingkat“.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Cart (0 items)
No products in the cart.