Perkembangan Indoor Farming Pada Pertanian

Perkembangan Indoor Farming Pada Pertanian – Tahukah Anda ternyata tidak ada istilah gagal panen karena cuaca maupun serangan hama penyakit. Adanya hujan yang turun secara berkala rupanya bukan masalah dan perubahan iklim yang menyebabkan cuaca menjadi tidak karuan juga bukan ancaman pada industri pertanian.

Perkembangan Indoor Farming Pada Pertanian

Perkembangan Indoor Farming Pada Pertanian

Namun, di tahun 2030 yang akan datang populasi dunia diperkirakan akan mencapai 8,5 miliar dan itu artinya akan semakin banyak orang yang membutuhkan makanan sehingga semakin urgent juga industri pertanian. Dalam hal lain, dengan adanya kombinasi perubahan iklim dan semakin sempitnya lahan serta malasnya generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian, maka hal tersebut dapat menjadi ancaman yang serius untuk kelangsungan hidup manusia.

Untuk itu, indoor farming bisa menjadi salah satu solusi yang tepat walaupun ada beberapa hal yang masih harus dipikirkan. Pada negara maju seperti Jepang, Amerika, Kanada serta Singapura, rupanya indoor farming sudah dipakai sebagai alternatif pertama dalam mengatasi pemenuhan pangan yang berkelanjutan. Hasil produknya juga tidak kalah hebat dari pertanian biasa.

Indoor farming dapat dikategorikan sebagai pertanian vertikal yang dilakukan didalam ruangan. Dalam sistem pertanian perkotaan masa depan ternyata indoor farming digadang menjadi salah satu solusi yang tepat. Dengan budidaya pertanian dalam ruangan rupanya bisa menjadi sistem pertanian perkotaan masa depan dengan sistem pertanian yang berteknologi canggih tinggi serta menjadi topik populer pada media di berbagai negara maju.

Bentuk pertanian dalam ruangan umumnya paling mudah dikenali selama 40 tahun terakhir sebagai greenhouse. Dalam beberapa dekade ini rupanya rumah kaca sudah digunakan dan memiliki peran  yang sangat penting dalam produksi pangan di seluruh dunia.

Hortikultura dalam Pertanian

Pada umumnya berbagai macam tanaman dapat ditanam di dalam ruangan. Akan tetapi untuk tanaman yang paling populer yaitu berupa sayuran, buah – buahan, beserta rempah – rempah atau biofarmaka.

Dalam penerapannya, indoor farming ini bisa diterapkan dalam skala kecil maupun dalam skala komersial besar seperti di dalam rumah, gudang, basement sampai gedung bertingkat. Akan tetapi di kota besar yang sulit mendapatkan sebidang tanah untuk bertani ternyata pertanian dalam ruangan tersebut cukup popular.

Untuk skala  yang besar, pertanian dalam ruangan juga dipakai untuk membantu meningkatkan persediaan makanan lokal serta menyediakan produk segar kepada masyarakat yang ada di kota besar..

Untuk menghasilkan produksi yang lebih banyak, banyak dari indoor farming yang menerapkan vertikal meskipun ada pada ruangan yang terbatas. Sedangkan teknologi yang diterapkan memakai kombinasi hidroponik dan pencahayaan buatan seperti LED.

Kian Meluas

Tahun 2011 di Jepang, tepatnya Shigeharu Shimamura melakukan perencanaan pendirian pertanian indoor dengan ruangan seluas 2.325 m2 dan hasilnya ternyata bisa mencapai 10.000 lettuce bulat berkualitas tinggi. Hal tersebut berarti dalam satu tahun selada berkualitas yang diproduksi sebanyak 3,65 juta buah.

Untuk mengembangkan sistem pencahayaan LED khusus, Mirai bekerjasama dengan General Electric (GE). Selain itu, mirai juga menambahkan deretan nampan 12 tingkat pada rak yang disusun menjulang, pengukur yang akurat untuk suhu, kelembaban, dan cahaya.

Fasilitas Mirai juga bebas bakteri dan pestisida, 99%. lebih hemat air, dan konsumsi daya listrik 40% lebih sedikit. Sedangkan di Amerika Serikat pertanian indoor AeroFarm seluas 6.510 m2 mampu memproduksi 2 juta pon produk segar setiap tahun per sekali panen.

AeroFarm memakai metode aeroponik untuk menumbuhkan 250 varietas sayuran dan buah pada tempat yang terbatas. Pada tanaman tumbuhan yang ada di rak mengandalkan lampu LED khusus. Untuk tanaman hortikultura AeroFarm umumnya tumbuh pada kain yang dapat digunakan kembali dari botol plastik daur ulang serta dapat dibersihkan dengan mudah dan disanitasi. 

Dengan pertanian indoor milik AeroFarm ini ternyata dapat memproduksi 70 kali lebih banyak dibandingkan sistem konvensional dalam luasan yang sama. Ini disebabkan karena fasilitas tersebut dapat mensirkulasikan ulang air dengan  menggunakan 5% air dan setengah pupuk.

Saat ini Mirai sudah mengembangkan 12 pertanian indoor serupa di seluruh Jepang yang meluas hingga ke Hongkong, Rusia, dan Mongolia. Kini petani sudah menggunakan teknologi canggih dan di Amerika bahkan sudah ada software khusus untuk menjalankan indoor farming.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Cart (0 items)

No products in the cart.