Perbedaan Daging Sapi dan Babi

Perbedaan Daging Sapi dan Babi – Konsumsi akan daging sapi di masyarakat kita termasuk cukup tinggi, terlebih lagi ketika memasuki momen seperti idul adha atau idul fitri. Berbagai masakan olahan daging menjadi makanan favorit ketika momen tersebut datang.

Dengan meningkatnya konsumsi daging sapi tentu hal ini juga akan membuat harga daging sapi juga meningkat. Tak jarang pula ada oknum pedagang yang memanfaatkan momen tersebut untuk mencari keuntungan lebih. Terkadang ada pedagang nakal yang mengoplos daging sapi yang dijualnya dengan daging babi.

Bila kurang teliti bukan tidak mungkin, Anda akan membeli dan mengkonsumsinya. Karenanya Anda harus tahu cara membedakan daging sapi dan daging babi dengan mudah. Untuk mengetahui perbedaan daging sapi dan babi dengan mudah, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan :

Perbedaan Daging Sapi dan Babi

1. Warna Daging

Umumnya dibandingkan daging sapi, warna daging babi akan lebih pucat dan hampir mendekati warna daging ayam. Akan tetapi untuk lebih menyulitkan, pedagang nakal akan melumuri daging babi oplosan dengan darah sapi agar warnanya mendekati daging sapi.

Akan tetapi hal ini juga masih dapat kita ketahui dengan cara merendam daging sapi dalam air dalam beberapa jam. Selain itu memang ada bagian daging babi yang sulit dibedakan dengan daging sapi karenanya warnanya hampir mirip.

2. Serat Daging

Apabila dilihat dari seratnya, kedua jenis daging ini mempunyai perbedaan yang cukup jelas. Serat pada daging sapi akan terlihat padat dengan garis serat yang terlihat jelas, sedangkan daging babi terlihat samar dengan garis serat yang renggang. Perbedaan ini dapat semakin terlihat jelas apabila kita merenggangkan daging secara bersamaan.

3. Lemak Daging

Kandungan lemak dalam daging akan mempengaruhi tingkat elastisitas daging. Daging sapi mempunyai tekstur yang cenderung kaku dan berbentuk, sedangkan pada daging babi tekstur lemaknya lebih elastis. Lemak pada daging sapi juga lebih terlihat padat dan bahkan ada yang menempel di bagian daging. Berbeda dengan daging babi yang lemaknya berkumpul pada ruas tertentu secara berlapis.

Lemak pada daging babi juga terlihat sangat basah dan sulit untuk dilepas dari dagingnya, namun lemak pada daging sapi terlihat kering dan terlihat jelas. Akan tetapi perbedaan ini akan sulit sekali dilihat pada organ ginjal baik sapi maupun babi.

4. Tekstur Daging

Daging babi mempunyai tekstur yang lembek dan mudah direnggangkan, sedangkan daging sapi teksturnya lebih kaku dan padat. Perbedaan ini dapat kita ketahui dengan mudah yaitu cukup dengan memegangnya. Daging sapi akan terasa lebih padat dan keras dibandingkan dengan daging babi yang terasa lebih kenyal dan mudah direnggangkan.

5. Aroma Daging

Daging sapi mempunyai aroma anyir khas daging sapi yang tentunya kita sudah tahu, sedangkan daging babi biasanya mempunyai aroma khas sendiri. Dari aromanya ini dapat digunakan untuk membedakan daging sapi dan babi dengan sangat jelas. Biasanya dari segi aroma lebih sulit untuk diakali oleh oknum pedagang yang nakal.

Akan tetapi kita juga harus tahu bahwa meskipun memiliki aroma yang berbeda, namun perbedaan aroma daging sapi dan babi tidak terlalu signifikan. Karena butuh banyak latihan atau uji coba yang dilakukan untuk mengetahui perbedaannya. Mungkin bagi Anda yang sama sekali belum pernah mencium aroma daging babi akan kesulitan membedakannya.

Setelah kita bisa membedakan antara daging sapi dan daging babi, tentu kita ingin membeli daging sapi yang baik dan layak konsumsi bukan. Karenanya Anda bisa mengetahui cirinya di “ciri daging sapi yang baik“. Untuk bisa mendapatkan manfaat dari daging tentunya kita harus mengkonsumsi daging yang baik dan layak dikonsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Cart (0 items)
No products in the cart.