Pengertian dan Prinsip Kerja PLTU

Prinsip Kerja PLTU – Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau disingkat dengan PLTU merupakan suatu perusahaan dibidang listrik, yang menghasilkan energi listrik berasal dari uap batubara ke energi kinetik. PLTU ini memanfaatkan berbagai macam sumber bahan bakar seperti minyak, MFO untuk startup awal, dan yang utama adalah batubara.

Prinsip Kerja PLTU atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap

Pengertian dan Prinsip Kerja PLTU

Gambaran dari pembangkit listrik ini adalah alat generator yang digerakkan seporos dengan turbin oleh tenaga kinetik dari uap yang dihasilkan oleh batubara. Dari gambaran tersebut, berikut beberapa prinsip kerja dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap adalah :

1. Pengambilan air laut menggunakan pompa air laut atau sea water pump

Pada proses ini pengolahan air dengan cara disaring terlebih dahulu guna menghilangkan kotoran kotoran dan sampah yang terkandung pada air laut tersebut.

2. Air diinjeksikan dengan cairan klorin

Kegunaan dari proses ini yaitu membuat biota biota laut yang ada pada air laut mati. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada sarang biota laut yang berkembang biak di tube condenser dan pipa line CWP.

3. Kemudian air menuju ke desalination plant

Di bagian ini, air laut diolah agar kandungan garamnya hilang. Biasanya pada PLTU PLTU menggunakan RO (Reverse Osmosis) sebagai desalination plantnya. Caranya air laut akan dipompa dan dimasukan ke dalam vessel-vessel yang didalamnya terdapat membran semipermeabel. Saat proses tersebut unsur garam tidak mampu menembus membran, sehingga hanya unsur air yang mengalir. Setelah melewati proses RO tersebut, air laut akan berubah menjadi air tawar dan dimuat pada tangki penyimpanan air tawar.

4. Proses WTP (Water Treatment Plant)

merupakan proses menghilangkan kandungan mineral pada air tawar. Kinerjanya yaitu meningkatkan ion-ion positif dan negatif dari air mentah menggunakan resin. Resin yang dipakai tersebut bermuatan positif dan negatif,sehingga hal yang akan terjadi yaitu ion positif pada air akan terikat oleh resin negatif, dan ion negatif pada air akan terikat oleh resin positif.

5. Demin Water (air bebas mineral) yang ditampung di demin water tank

Air bebas mineral yang telah tertampung di demin water tank setelah disaring dari WTP, kemudian dipompakan menuju condensate tank dan ditampung. Setelah itu bila terjadi kekurangan air di condensate tank, air ini akan digunakan untuk menambah kekurangan yang terjadi. Untuk pemanasan awal, air kondensat yang telah melewati condenser tersebut akan dipompakan menuju pemanas bertekanan rendah menggunakan pompa kondensat. LP Turbin merupakan media pemanas uap ekstraksi yang digunakan.

Pengertian dan Prinsip Kerja PLTU

Kinerjanya yaitu di dalam pipa dialirkan air pengisi, sedangkan di luar pipa uap panas mengalir. Setelah itu alirkan air pengisi ke deaerator,untuk proses penghilangan unsur oksigen pada air pengisi. Di deaerator terjadi open feed water atau kontak langsung antara air pengisi dan uap. Gas hasil pembuangan dari air pengisi akan bergerak cepat ke bagian atas deaerator, dan kemudian gas gas tersebut dibuang ke atmosfer. Uap yang dipakai , merupakan uap hasil ekstraksi uap IP Turbin.

Setelah dari deaerator tersebut dilakukan pemanasan air pengisi dengan memompakan air langsung oleh pompa umpan boiler menuju HP pemanas. Cara kerja HP heater sama dengan LP heater, bedanya uap yang digunakan pada LP heater berasal dari ekstraksi IP turbin saja, sedangkan di HP heater uap yang digunakan berasal dari ekstraksi HP dan IP turbin. Kemudian air pengisi tersebut masuk kedalam economizer guna pemanasan akhir sebelum masuk ke dalam alat yang dipakai untuk menampung dan memisahkan air pengisi boiler yang berbentuk air dan yang berbentuk uap basah. Alat tersebut biasa disebut dengan steam drum.

Cara kerjanya ialah secara alami yang berarti air yang telah menjadi uap berada di atas, sedangkan yang masih berupa air akan berada di bawah alat steam drum. Uap yang berada di atas tersebut akan langsung dialirkan ke superheater, sementara air yang berada dibawah steam diturunkan melalui dinding air untuk diuapkan kembali dan setelah itu dialirkan ke superheater.

Uap basah pada superheater yang berasal dari steam drum dan dinding air tersebut dipanaskan kembali hingga menjadi uap kering atau uap panas lanjut, kemudian alirkan ke HP turbin. Di HP turbin uap akan mengalami tekanan dan suhu uap turun atau ekspansi. Setelah itu, uap yang telah mengalami ekspansi tersebut, dipanaskan kembali di boiler melalui alat pemanas.

Di dalam alat pemanas, uap akan dipanaskan kembali dengan tekanan konstan dan dialirkan ke IP turbin, setelah dari IP turbin. Uap lanjut dialirkan ke LP turbin, di IP turbin itu uap sudah tidak dipanaskan lagi. Proses akhir, di LP turbin uap keluar dan dialirkan ke condenser, di dalam condenser uap dikondensasikan menjadi air pengisi.

Saat proses kondensasi, air laut sebagai pendingin dipompakan oleh circulating water pump atau CWP menggunakan alat tube kecil. Hasil air kondensat itu yang kemudian dipakai sebagai air pengisi boiler melalui proses yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Cart (0 items)
No products in the cart.