Instalasi Dutch Bucket Tunggal di Rumah

Instalasi Dutch Bucket Tunggal di Rumah – Pernahkah Anda membayangkan untuk membuat kebun mini di halaman rumah yang berisi buah – buahan ? Tentu hal tersebut merupakan hal yang menyenangkan dan dapat dibuat oleh siapapun terutama dengan menggunakan metode tanam hidroponik.Instalasi Dutch Bucket Tunggal di Rumah

Bertanam dengan menggunakan metode hidroponik tentunya dapat memberikan berbagai keuntungan, selain tidak mudah terserang oleh hama, dengan menggunakan metode hidroponik hasil panen sayuran dan buah juga memiliki cita rasa yang lebih segar ketika dikonsumsi.

Instalasi Dutch Bucket Tunggal di Rumah

Adapun salah satu sistem instalasi tanaman  yang bisanya populer diaplikasikan dan juga merupakan sistem instalasi yang praktis dan sederhana yaitu dengan menggunakan instalasi Dutch Bucket. Pengaplikasian sistem instalasi ini cocok untuk menanam sayuran buah seperti timun, tomat, ataupun paprika.

Apabila Anda merupakan pemula, maka dapat memulainya dengan mencoba instalasi sistem Dutch Bucket tunggal yang dimana instalasi ini menggunakan wadah tunggal. Adapun hal – hal yang perlu diperhatikan pada sistem ini yaitu sirkulasi air dan nutrisi yang harus terus – menerus dialirkan dari tandon nutrisi ke media tanam. 

Selain itu dengan memanfaatkan Dutch Bucket ada keuntungan yang dapat diperoleh yaitu dapat memanfaatkan bahan bekas seperti wadah bekas es krim. Adapun tiga manfaat dari penggunaan sistem instalasi Dutch Bucket yaitu sebagai berikut :

1. Fleksibel, artinya dapat digunakan pada semua orang baik yang hoblis pemula ataupun pebisnis hidroponik.

2. Lebih sederhana dan relatif lebih murah karena dapat menggunakan barang bekas.

3. Dapat menghasilkan tanaman yang lebih subur karena adanya sirkulasi air, nutrisi dan oksigen yang lebih banyak.

Adapun teknis dalam pembuatan instalasi dutch bucket tunggal yaitu terdiri dari :

Alat dan bahan

Ini meliputi bor hole saw, gergaji besi, gunting, atau cutter, pot diameter 10 cm sebagai wadah tanam, aerotor, ember dengan tutup sebagai wadah nutrisi, hidroton, dan kain flanel sebagai sumbu.

Cara Merakit

  • Sesuaikan ukuran diameter leher pot kemudian lubangi bagian penutupnya.
  • Dibagian penutup ember dibuat 4 lubang dengan ukuran yang kecil dan disesuaikan dengan ukuran selang aerator.
  • Dibagian dinding ember juga buat 4 lubang kecil yang berperan sebagai lubang udara.
  • Kemudian masukkan kain flanel ke dalam lubang pot.
  • Selanjutnya masukkan larutan nutrisi ke dalam ember dan hidroton ke dalam pot.
  • Masukkan juga selang aerator ke salah satu lubang di bagian penutup ember.
  • Lalu pasang pot yang sudah terpasang kain flanel ke lubang ember.
  • Kemudian media tanam berupa hidroton dan bibit tanaman di masukkan kedalam pot instalasi dutch bucket tunggal yang telah selesai.
  • Jika sudah, maka nyalakan aerator untuk memastikan sistem berjalan dengan baik.
  • Selanjutnya sistem ini dapat digunakan sebagai media tanam berupa sekam bakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Cart (0 items)

No products in the cart.