Dampak Kelembaban Kardus pada Sepatu: Penyebab, Risiko, Solusi

Sepatu kulit dalam kotak kardus terbuka dengan kerusakan lembab, dikelilingi gel silika dan higrometer sebagai solusi mencegah risiko kelembaban kardus.

Pernahkah Anda menemukan sepatu yang baru beberapa bulan disimpan di kardus aslinya ternyata sudah berjamur, solnya rapuh, atau bagian atasnya menguning? Fenomena ini lebih umum dari yang dibayangkan. Faktanya, banyak sepatu rusak bukan karena pemakaian, tetapi karena cara penyimpanan yang salah—khususnya, karena disimpan di kardus asli yang lembab.

Kardus kemasan sepatu sering dianggap sebagai tempat penyimpanan yang aman. Namun, bagi para pelaku industri footwear, manajer logistik, dan pemilik brand sepatu UKM, kardus justru bisa menjadi “silent killer” dalam rantai pasok. Kelembaban yang terperangkap di dalam kardus dapat mentransfer moisture ke produk sepatu, menyebabkan berbagai kerusakan mulai dari jamur hingga degradasi struktur material.

Artikel ini akan mengungkap mekanisme ilmiah di balik kerusakan tersebut, jenis-jenis kerusakan yang perlu diwaspadai, serta solusi komprehensif—mulai dari desain kemasan oleh produsen hingga metode penyimpanan yang tepat oleh konsumen. Semua didukung oleh data dari lembaga konservasi internasional, penelitian akademis, dan praktik terbaik industri.

  1. Mengapa Kelembaban Kardus Berbahaya bagi Sepatu?
    1. Sifat Higroskopis Kardus dan Transmisi Kelembaban
    2. Kondisi Lingkungan yang Memperparah Kelembaban Kardus
  2. Jenis-Jenis Kerusakan Sepatu Akibat Kelembaban Kardus
    1. Hidrolisis PU pada Sol Sepatu
    2. Yellowing (Penguningan) pada Sepatu Putih
    3. Pertumbuhan Jamur dan Bakteri
    4. Degradasi Perekat dan Pengelupasan Bahan
  3. Tanda-Tanda Sepatu Terkena Dampak Kelembaban Kardus
  4. Berapa Lama Sepatu Bisa Bertahan di Dalam Kardus?
  5. Bagaimana Cara Mencegah Kerusakan Sepatu Akibat Kelembaban Kardus?
    1. Solusi dari Sisi Produsen: Desain Kemasan Anti-Lembab dan QC
    2. Solusi dari Sisi Konsumen: Metode Penyimpanan Alternatif
    3. Alat Ukur Kelembaban Kardus untuk Kontrol Mandiri
  6. Dampak Bisnis dari Kelembaban Kemasan Kardus
  7. Kesimpulan dan Rekomendasi Akhir
  8. Referensi

Mengapa Kelembaban Kardus Berbahaya bagi Sepatu?

Untuk memahami mengapa kardus lembab menjadi ancaman serius bagi sepatu, kita perlu melihat sifat dasar material kardus dan mekanisme transmisi kelembaban.

Kardus terbuat dari serat selulosa yang bersifat higroskopis—artinya, material ini secara alami menyerap dan melepaskan uap air dari udara di sekitarnya. Ketika kardus ditempatkan di lingkungan dengan kelembaban relatif (RH) tinggi, ia akan menyerap moisture tersebut. Masalahnya, kardus kemudian akan mentransfer kelembaban itu ke produk di dalamnya, termasuk sepatu.

Canadian Conservation Institute, lembaga konservasi terkemuka di dunia, merekomendasikan RH ideal untuk penyimpanan material kulit dan tekstil—yang merupakan bahan utama sepatu—berada pada kisaran 45–55% [1]. Sementara itu, GreenWing Packaging menegaskan bahwa RH di bawah 60% adalah kondisi ideal untuk penyimpanan kardus kemasan [2].

Di Indonesia, tantangannya jauh lebih besar. Data dari Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa kelembaban gudang di Indonesia berkisar antara 52% hingga 99% [3], jauh melampaui ambang batas ideal. Kondisi iklim tropis yang lembab sepanjang tahun ini membuat kardus kemasan terus-menerus terpapar moisture tinggi, yang kemudian ditransfer ke produk sepatu di dalamnya.

Penelitian dari BioResources Journal, NC State University, secara numerik membuktikan bahwa kelembaban dan suhu secara signifikan mempengaruhi sifat mekanik kardus gelombang [4]. Ketika kelembaban meningkat, kekuatan struktural kardus menurun, dan kemampuan isolasinya terhadap moisture eksternal pun berkurang.

Sifat Higroskopis Kardus dan Transmisi Kelembaban

Tidak semua kardus memiliki ketahanan yang sama terhadap kelembaban. Menurut Pabrikkardus.co.id, kardus single wall, double wall, dan triple wall memiliki tingkat ketahanan yang berbeda [5]. Kardus single wall—yang paling umum digunakan untuk kemasan sepatu—memiliki ketahanan paling rendah terhadap kelembaban.

Kardus 4-ply wall, seperti yang dijelaskan oleh Takamura.co.id, menawarkan ketahanan lebih baik karena memiliki lebih banyak lapisan yang memperlambat penetrasi moisture [6]. Namun, kardus apa pun tanpa lapisan pelindung tambahan pada dasarnya tidak tahan air dan akan menyerap kelembaban dari lingkungan sekitarnya.

Mekanisme transmisi kelembaban terjadi ketika kardus yang telah menyerap moisture dari udara melepaskannya ke produk sepatu melalui kontak langsung. Proses ini dipercepat ketika kardus dan sepatu disimpan dalam ruang tertutup tanpa sirkulasi udara, menciptakan mikroklimat dengan kelembaban tinggi di dalam kemasan.

Kondisi Lingkungan yang Memperparah Kelembaban Kardus

Indonesia sebagai negara tropis menghadapi tantangan khusus dalam penyimpanan produk footwear. Kelembaban udara yang tinggi sepanjang tahun, gudang tanpa pendingin udara (AC), kontainer pengiriman yang tidak terventilasi, serta fluktuasi suhu antara siang dan malam menciptakan kondisi ideal untuk akumulasi kelembaban dalam kardus.

Canadian Conservation Institute menjelaskan bahwa suhu dan kelembaban relatif saling terkait erat [7]. Ketika suhu turun, kemampuan udara untuk menahan uap air berkurang, menyebabkan kondensasi—proses yang sering terjadi di dalam kontainer pengiriman atau gudang yang mengalami perubahan suhu drastis. Kondensasi inilah yang membuat kardus menjadi basah dan mentransfer kelembaban ke produk sepatu.

Jenis-Jenis Kerusakan Sepatu Akibat Kelembaban Kardus

Kelembaban yang ditransfer dari kardus ke sepatu dapat menyebabkan berbagai jenis kerusakan, mulai dari yang kasat mata hingga kerusakan struktural yang baru terlihat setelah sepatu digunakan. Memahami jenis-jenis kerusakan ini penting untuk menentukan strategi pencegahan yang tepat.

Hidrolisis PU pada Sol Sepatu

Salah satu kerusakan paling umum dan merugikan akibat kelembaban adalah hidrolisis pada sol polyurethane (PU). Jim Joker Indonesia menjelaskan bahwa hidrolisis adalah proses kimia di mana molekul air memecah rantai polimer pada sol PU, menyebabkan sol menjadi rapuh, hancur, atau bahkan berubah menjadi bubuk [8].

Fenomena yang kontra-intuitif ini dijelaskan dengan baik: sepatu yang jarang dipakai justru lebih cepat mengalami hidrolisis dibandingkan sepatu yang sering digunakan. Mengapa? Karena gerakan dan tekanan saat berjalan membantu menjaga fleksibilitas material PU, sementara sepatu yang diam dalam penyimpanan tidak mendapatkan stimulus mekanis tersebut.

Penelitian dari ResearchGate tentang aging of running shoes mengkonfirmasi bahwa degradasi material PU dipercepat pada lingkungan dengan RH di atas 65% [9]. Dalam konteks penyimpanan di kardus lembab, proses hidrolisis dapat terjadi dalam waktu 1–2 tahun, tergantung pada tingkat kelembaban dan suhu lingkungan.

Yellowing (Penguningan) pada Sepatu Putih

Sepatu putih yang menguning adalah masalah umum yang sering disalahartikan sebagai efek sinar matahari. Faktanya, proses yellowing juga dapat terjadi di dalam kardus gelap karena reaksi oksidasi yang dipicu oleh kelembaban.

807Garage.com, blog spesialis perawatan sneakers di Indonesia, menjelaskan bahwa sepatu putih yang disimpan dalam kardus lembab dapat mulai menguning dalam waktu 3–6 bulan [10]. Proses ini terjadi karena kelembaban mempercepat reaksi kimia pada material sepatu, terutama pada bagian upper yang terbuat dari bahan sintetis atau karet putih.

Boomboom.id menambahkan bahwa selain yellowing, kelembaban juga dapat menyebabkan perubahan warna pada sepatu berwarna terang lainnya, terutama jika disimpan dalam kardus yang sudah tua atau pernah basah sebelumnya [11].

Pertumbuhan Jamur dan Bakteri

Jamur adalah konsekuensi paling langsung dari penyimpanan sepatu di lingkungan lembab. Canadian Conservation Institute mencatat bahwa jamur dapat mulai tumbuh dalam waktu 24–48 jam pada material organik yang terpapar kelembaban tinggi [12]. Sepatu yang terbuat dari kulit, kanvas, atau tekstil adalah media yang sangat baik untuk pertumbuhan jamur.

Lemon8 (@rayailmiah) membagikan pengalaman nyata tentang sepatu yang berjamur setelah disimpan dalam kardus asli selama beberapa bulan di musim hujan [13]. Jamur tidak hanya merusak estetika sepatu, tetapi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti iritasi kulit dan alergi.

Vmedis menegaskan bahwa kelembaban tinggi adalah lahan subur bagi pertumbuhan mikroba [14]. Ketika kardus menyerap kelembaban dari udara dan mentransfernya ke sepatu, ia menciptakan lingkungan yang ideal bagi spora jamur yang ada di udara untuk berkembang biak.

Degradasi Perekat dan Pengelupasan Bahan

Lem yang digunakan dalam konstruksi sepatu sangat sensitif terhadap kelembaban. Heley Adhesive, spesialis perekat footwear, menjelaskan bahwa paparan kelembaban tinggi dalam waktu lama menyebabkan hidrolisis pada adhesive, mengurangi kekuatan rekatnya [15].

Akibatnya, sol sepatu dapat lepas dari upper-nya, lapisan dalam mengelupas, atau bagian-bagian sepatu yang direkatkan menjadi longgar. Jim Joker Indonesia mengkonfirmasi bahwa lem sepatu dapat kehilangan efektivitasnya dalam 6–12 bulan jika disimpan di lingkungan lembab tanpa gerakan yang menjaga fleksibilitas perekat [8].

Tanda-Tanda Sepatu Terkena Dampak Kelembaban Kardus

Mendeteksi kerusakan lebih awal dapat menyelamatkan produk sepatu. Berikut adalah tanda-tanda yang perlu diperhatikan:

  1. Bau apek: Ini adalah indikator pertama bahwa kelembaban telah terperangkap dalam kardus atau sepatu. Bau apek menandakan pertumbuhan mikroba.
  2. Bercak jamur: Biasanya muncul sebagai bercak putih, hijau, atau hitam pada permukaan sepatu, terutama di area yang jarang terkena udara.
  3. Sol retak atau hancur: Terutama pada sepatu dengan sol PU yang menunjukkan tanda-tanda hidrolisis.
  4. Perubahan warna: Sepatu putih yang menguning atau perubahan warna lain yang tidak merata.
  5. Lem yang lengket atau lepas: Bagian sol atau lapisan dalam yang mulai terlepas.
  6. Kardus terasa lembab atau basah: Jika kardus terasa lembab saat disentuh, kelembaban pasti sudah ditransfer ke produk di dalamnya.

Hokione.id mengidentifikasi bahwa safety shoes yang rusak akibat kelembaban sering menunjukkan gejala-gejala ini, terutama pada bagian dalam sepatu yang jarang terlihat [16]. 807Garage.com menambahkan bahwa sneakers yang terpapar kelembaban sering menunjukkan perubahan tekstur pada material upper [10].

Berapa Lama Sepatu Bisa Bertahan di Dalam Kardus?

Pertanyaan ini sering diajukan oleh konsumen dan pelaku industri. Jawabannya tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis material sepatu, kondisi lingkungan, dan kualitas kardus.

Tempo.co secara tegas menyebut sepatu sebagai barang nomor satu yang tidak boleh disimpan di dalam kardus untuk jangka panjang [17]. Mengapa? Karena kardus memiliki sifat menyerap kelembaban dan sirkulasi udara yang buruk, menciptakan lingkungan yang sempurna untuk kerusakan.

Berikut adalah timeline umum kerusakan berdasarkan jenis material:

  • 24–48 jam: Jamur mulai tumbuh pada sepatu lembab yang disimpan dalam kardus tertutup.
  • 3–6 bulan: Sepatu putih mulai menunjukkan yellowing pada material upper sintetis.
  • 6–12 bulan: Degradasi perekat mulai terjadi, sol mulai longgar.
  • 1–2 tahun: Hidrolisis PU pada sol sepatu, terutama jika RH lingkungan di atas 65%.

807Garage.com merekomendasikan untuk tidak menyimpan sneakers di dalam kardus lebih dari satu bulan [10]. Sementara itu, Jim Joker Indonesia menekankan bahwa sepatu yang jarang dipakai dan disimpan dalam kardus justru berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan karena proses hidrolisis yang dipercepat [8].

Bagaimana Cara Mencegah Kerusakan Sepatu Akibat Kelembaban Kardus?

Mencegah kerusakan akibat kelembaban kardus memerlukan pendekatan end-to-end, mulai dari produsen hingga konsumen akhir. Berikut adalah strategi komprehensif yang dapat diterapkan.

Solusi dari Sisi Produsen: Desain Kemasan Anti-Lembab dan QC

Bagi pemilik brand sepatu UKM dan manajer QA/logistik, pencegahan dimulai dari desain kemasan yang tepat.

1. Gunakan Kardus dengan Lapisan Anti-Lembab
Dinastindopratama.com menjelaskan bahwa karton box dapat dilengkapi dengan lapisan anti air atau coating khusus untuk meningkatkan ketahanan terhadap kelembaban [18]. Kardus dengan lapisan plastik atau wax coating secara signifikan mengurangi transmisi moisture ke produk di dalamnya.

Deliveree.com menekankan pentingnya memilih jenis kardus yang sesuai dengan tujuan distribusi dan kondisi penyimpanan [19]. Untuk produk sepatu yang akan disimpan dalam jangka panjang atau dikirim ke daerah dengan kelembaban tinggi, kardus double wall dengan coating anti-lembab adalah pilihan yang lebih aman.

2. Terapkan Quality Control dengan Alat Ukur Kelembaban
Salah satu langkah paling efektif adalah melakukan QC kelembaban kardus sebelum digunakan. AMTAST Indonesia merekomendasikan penggunaan moisture meter tipe sentuh (non-destructive) untuk QC produk jadi, karena tidak merusak kemasan [20].

Standar moisture content yang aman untuk kardus kemasan umumnya berada di bawah 8–10%. Jika kardus memiliki kadar air di atas ambang ini, risiko transmisi kelembaban ke produk sepatu meningkat secara signifikan.

3. Tambahkan Silica Gel dalam Kemasan
Giocardin.com menyarankan penambahan silica gel dalam kemasan sepatu sebagai langkah perlindungan tambahan [21]. Silica gel efektif menyerap kelembaban berlebih dalam ruang tertutup, memberikan lapisan perlindungan ekstra selama penyimpanan dan pengiriman.

Namun perlu diingat bahwa silica gel bukanlah solusi mandiri. Jika kardus sudah dalam kondisi sangat lembab, silica gel dapat cepat jenuh dan kehilangan efektivitasnya.

Solusi dari Sisi Konsumen: Metode Penyimpanan Alternatif

Bagi konsumen dan kolektor sepatu, pilihan metode penyimpanan sangat menentukan umur panjang produk.

Perbandingan Metode Penyimpanan Berdasarkan Jenis Material Sepatu:

Metode Penyimpanan Kulit Kanvas PU/Sintetis Karet
Kardus asli ❌ Berisiko ❌ Berisiko ❌ Berisiko ❌ Berisiko
Kotak plastik berventilasi ✅ Baik ✅ Baik ✅ Baik ✅ Baik
Rak terbuka ✅ Sangat baik ✅ Sangat baik ✅ Sangat baik ✅ Sangat baik
Shoe bag breathable ✅ Baik ✅ Baik ✅ Baik ✅ Baik

IKEA Indonesia merekomendasikan penggunaan rak terbuka dengan sirkulasi udara baik sebagai solusi penyimpanan jangka panjang [22]. Rak terbuka memungkinkan udara mengalir di sekitar sepatu, mencegah akumulasi kelembaban yang terperangkap.

807Garage.com menyarankan penggunaan kotak plastik atau akrilik berventilasi sebagai alternatif kardus [10]. Kotak ini tidak menyerap kelembaban seperti kardus dan dapat dilengkapi dengan lubang ventilasi untuk sirkulasi udara.

Boomboom.id memberikan tips tambahan untuk sepatu yang jarang dipakai: keluarkan sepatu dari kotak penyimpanan setidaknya seminggu sekali untuk “bernafas” [11]. Langkah sederhana ini dapat secara signifikan mengurangi risiko jamur dan yellowing.

Jika terpaksa harus menggunakan kardus asli, pastikan untuk:

  • Menambahkan silica gel di dalam kardus.
  • Membuka kardus secara berkala untuk sirkulasi udara.
  • Menyimpan kardus di tempat kering dengan RH di bawah 60%.
  • Tidak menumpuk kardus secara berlebihan yang dapat menghambat sirkulasi.

Alat Ukur Kelembaban Kardus untuk Kontrol Mandiri

Salah satu solusi paling praktis dan efektif untuk mencegah kerusakan akibat kelembaban kardus adalah dengan menggunakan alat ukur kelembaban khusus—yaitu paper moisture meter atau alat ukur kelembaban kardus.

Mengapa Mengukur Kelembaban Kardus Itu Penting?
Kelembaban kardus tidak selalu terlihat atau terasa secara kasat mata. Kardus yang tampak kering di permukaan bisa saja memiliki kadar air tinggi di bagian dalamnya. Tanpa alat ukur yang tepat, kita hanya bisa menebak-nebak kondisi kardus.

Jenis-Jenis Alat Ukur Kelembaban Kardus:

  1. Tipe Tusuk (Pin Type): Menggunakan dua elektroda jarum yang ditusukkan ke dalam kardus untuk mengukur resistansi listrik. Cocok untuk pengukuran mendalam dan intensif. Akurasinya tinggi untuk material kardus tebal.
  2. Tipe Sentuh (Non-Destructive): Menggunakan sensor permukaan tanpa menusuk material. Ideal untuk QC produk jadi karena tidak merusak kemasan. AMTAST Indonesia merekomendasikan tipe ini untuk inspeksi kardus kemasan sepatu [20].

Salah satu model yang banyak digunakan di Indonesia adalah Paper Moisture Meter MD916. Alat ini dirancang khusus untuk mengukur kadar air pada kertas dan karton, dengan rentang pengukuran yang akurat untuk aplikasi industri [23].

Model MD-6G juga populer karena dapat mengukur tiga jenis material: karton, copperplate paper, dan writing paper, sebagaimana didemonstrasikan dalam berbagai tutorial YouTube [24].

Cara Menggunakan Paper Moisture Meter:

  1. Kalibrasi alat sesuai dengan jenis material yang akan diukur.
  2. Tempatkan sensor pada permukaan kardus yang akan diperiksa.
  3. Baca hasil pengukuran pada layar digital.
  4. Bandingkan dengan standar moisture content yang aman (di bawah 8–10% untuk kardus kemasan).

Dengan alat ukur kelembaban kardus, produsen dan konsumen sama-sama dapat melakukan kontrol mandiri terhadap kondisi kemasan sebelum digunakan, memastikan bahwa produk sepatu terlindungi dari risiko kerusakan akibat kelembaban.

Dampak Bisnis dari Kelembaban Kemasan Kardus

Bagi pelaku industri footwear, dampak kelembaban kardus tidak hanya soal kerusakan produk, tetapi juga kerugian bisnis yang signifikan.

Kerugian Finansial:

  • Biaya retur produk yang rusak akibat jamur atau degradasi material.
  • Penurunan nilai produk yang mengalami yellowing atau kerusakan estetika.
  • Biaya penyimpanan tambahan untuk produk yang harus diproses ulang.

Kerusakan Reputasi:
Produk sepatu yang sampai ke konsumen dalam kondisi rusak akibat kelembaban kemasan dapat merusak reputasi brand. Konsumen mungkin menganggap kerusakan sebagai cacat produksi, bukan akibat penyimpanan yang buruk.

Kasus Nyata: Kontaminasi Ekspor
IDNFinancials melaporkan kasus ekstrem di mana dua kontainer sepatu Indonesia ditolak oleh Amerika Serikat karena kontaminasi Caesium-137 [25]. Meskipun kontaminasi radioaktif ini disebabkan oleh faktor lingkungan industri, kasus ini menunjukkan betapa seriusnya dampak kontaminasi pada produk ekspor.

Kelembaban kardus yang menyebabkan pertumbuhan jamur atau kontaminasi mikroba juga dapat menyebabkan penolakan produk di pasar internasional yang memiliki standar ketat seperti Uni Eropa atau Amerika Serikat.

Potensi Kerugian yang Dapat Dihindari:
Dengan investasi yang relatif kecil—seperti pembelian alat ukur kelembaban kardus, penambahan silica gel, atau peningkatan kualitas kemasan—perusahaan dapat menghindari kerugian yang jauh lebih besar dari retur produk dan kerusakan reputasi.

Kesimpulan dan Rekomendasi Akhir

Kardus kemasan sepatu, yang selama ini dianggap sebagai tempat penyimpanan yang aman, ternyata bisa menjadi “silent killer” dalam rantai pasok footwear. Sifat higroskopis kardus yang menyerap dan mentransfer kelembaban ke produk sepatu dapat menyebabkan berbagai kerusakan: hidrolisis sol PU, yellowing sepatu putih, pertumbuhan jamur, dan degradasi perekat.

Untuk iklim tropis Indonesia dengan kelembaban tinggi sepanjang tahun, risiko ini semakin besar. Data dari Canadian Conservation Institute menunjukkan bahwa RH ideal untuk penyimpanan sepatu adalah 45–55%, sementara kondisi gudang di Indonesia bisa mencapai 99% [1], [3].

Solusi komprehensif memerlukan pendekatan end-to-end:

  • Produsen: Gunakan kardus dengan lapisan anti-lembab, tambahkan silica gel, dan lakukan QC dengan alat ukur kelembaban kardus sebelum pengiriman.
  • Konsumen: Pilih metode penyimpanan alternatif seperti kotak plastik berventilasi atau rak terbuka, dan gunakan alat ukur untuk memantau kondisi kardus.

Dengan pemahaman yang tepat dan alat yang sesuai, kerusakan akibat kelembaban kardus dapat diminimalkan secara signifikan. Ini bukan hanya tentang menjaga kualitas produk, tetapi juga tentang melindungi investasi bisnis dan reputasi brand.

Rekomendasi Paper Moisture Meter


CV. Java Multi Mandiri merupakan supplier dan distributor alat ukur serta instrumentasi teknik yang berfokus pada solusi bisnis dan aplikasi industri. Kami menyediakan berbagai alat ukur kelembaban berkualitas, termasuk Paper & Cardboard Moisture Meter yang dapat membantu perusahaan Anda mengoptimalkan quality control kemasan dan melindungi produk dari kerusakan akibat kelembaban. Untuk konsultasi solusi bisnis yang sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan Anda, silakan diskusikan kebutuhan perusahaan bersama tim kami.

Artikel ini mengandung tautan afiliasi ke produk Alat Ukur Kelembaban Kardus untuk tujuan edukasi. Informasi disediakan untuk tujuan informasional dan bukan pengganti saran profesional dari ahli material atau konsultan logistik.

Referensi

  1. Canadian Conservation Institute. (N.D.). Caring for leather, skin and fur – Preventive conservation guidelines for collections. Pemerintah Kanada. Diakses dari https://www.canada.ca/en/conservation-institute/services/preventive-conservation/guidelines-collections/caring-leather-skin-fur.html
  2. GreenWing Packaging. (N.D.). How Humidity Affects Paper Bag Durability. Diakses dari https://greenwingpackaging.com/id/how-humidity-affects-paper-bag-durability/
  3. Universitas Gadjah Mada, Fakultas Pertanian. (2020). Materi Kuliah Gudang Teknik Penyimpanan. Diakses dari https://hpt.faperta.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/446/2020/10/Pak-Wagiman-Kuliah-4b.-GUDANG-TEKNIK-PENYIMPANAN.pdf
  4. BioResources Journal, NC State University. (N.D.). Influence of humidity and temperature on mechanical properties of corrugated board – numerical investigation. Diakses dari https://bioresources.cnr.ncsu.edu/resources/influence-of-humidity-and-temperature-on-mechanical-properties-of-corrugated-board-numerical-investigation/
  5. Pabrikkardus.co.id. (2023). Karton Box dengan Sistem Ventilasi Mencegah Kelembapan pada Produk. Diakses dari https://www.pabrikkardus.co.id/2023/07/05/karton-box-dengan-sistem-ventilasi-mencegah-kelembapan-pada-produk/
  6. Takamura.co.id. (N.D.). Kardus. Diakses dari https://takamura.co.id/id/kardus/
  7. Canadian Conservation Institute. (N.D.). Basic Care of Books – CCI Notes 11/7. Pemerintah Kanada. Diakses dari https://www.canada.ca/en/conservation-institute/services/conservation-preservation-publications/canadian-conservation-institute-notes/basic-care-books.html
  8. Jim Joker Indonesia. (N.D.). Sepatu Jarang Dipakai Tapi Sol Cepat Rusak? Ini Penjelasan yang Jarang Diketahui. Diakses dari https://jimjoker.co.id/blogs/news/sepatu-jarang-dipakai-tapi-sol-cepat-rusak-ini-penjelasan-yang-jarang-diketahui
  9. ResearchGate. (N.D.). Aging of Running Shoes. Jurnal ilmiah terkait studi material footwear.
  10. 807Garage.com. (N.D.). Cara Menyimpan Sneakers Agar Tidak Berjamur atau Menguning. Diakses dari https://807garage.com/blog/cara-menyimpan-sneakers-agar-tidak-berjamur-atau-menguning
  11. Boomboom.id. (N.D.). Merawat Sepatu. Diakses dari https://boomboom.id/blog/merawat-sepatu/
  12. Canadian Conservation Institute. (N.D.). Caring for textiles and costumes – Preventive conservation guidelines for collections. Pemerintah Kanada. Diakses dari https://www.canada.ca/en/conservation-institute/services/preventive-conservation/guidelines-collections/textiles-costumes.html
  13. Lemon8-app.com/@rayailmiah. (N.D.). Konten tentang bahaya kardus sepatu. Diakses dari https://www.lemon8-app.com/@rayailmiah/7259972159978717697
  14. Vmedis.com. (N.D.). Pengaruh Suhu dan Kelembaban terhadap Kualitas Produk. Diakses dari https://vmedis.com/pengaruh-suhu-dan-kelembaban-terhadap-kualitas-obat/
  15. Heley Adhesive. (N.D.). Spesialis perekat footwear.
  16. Hokione.id. (N.D.). Penyebab Safety Shoes Rusak. Diakses dari https://www.hokione.id/blog/penyebab-safety-shoes-rusak
  17. Tempo.co. (N.D.). 7 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Dalam Kardus. Diakses dari https://www.tempo.co/gaya-hidup/7-barang-yang-tidak-boleh-disimpan-di-dalam-kardus-1227498
  18. Dinastindopratama.com. (N.D.). Mengulik Karton Box Berbagai Type dan Berkualitas. Diakses dari https://www.dinastindopratama.com/mengulik-karton-box-berbagai-type-dan-berkualitas.html
  19. Deliveree.com. (N.D.). Strategi Distribusi Kemasan Kardus Tepat Hemat. Diakses dari https://www.deliveree.com/id/bisnis/strategi-distribusi-kemasan-kardus-tepat-hemat/
  20. AMTAST Indonesia. (N.D.). Panduan Penggunaan Moisture Meter.
  21. Giocardin.com. (N.D.). 3 Cara Simple Merawat Sepatu Saat Musim Hujan. Diakses dari https://giocardin.com/blogs/news/3-cara-simple-merawat-sepatu-saat-musim-hujan
  22. IKEA Indonesia. (N.D.). Menyimpan Sepatu. Diakses dari https://www.ikea.co.id/in/inspirasi/menyimpan-sepatu
  23. Alat Ukur Indonesia. (N.D.). AQUA-BOY PMII Paper Cardboard Moisture Meter. Diakses dari https://alat-ukur-indonesia.com/toko/aqua-boy-pmii-paper-cardboard-moisture-meter/
  24. YouTube. (N.D.). Tutorial penggunaan MD-6G untuk mengukur karton.
  25. IDNFinancials. (N.D.). Amerika Tolak Produk Sepatu RI Karena Terkontaminasi Caesium-137. Diakses dari https://www.idnfinancials.com/id/news/58725/amerika-tolak-produk-sepatu-ri-karena-terkontaminasi-caesium-137
Konsultasi Gratis

Dapatkan harga penawaran khusus dan info lengkap produk alat ukur dan alat uji yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Bergaransi dan Berkualitas. Segera hubungi kami.