Cara Tepat Dalam Menggunakan Pestisida

Cara Tepat Dalam Menggunakan PestisidaSudah menjadi rahasia publik saat membudidayakan tanaman apapun, bahwa pestisida menjadi pilihan pertama kebanyakan petani untuk mengatasi penyakit dan hama tanaman. Terkadang, penggunaan pestisida justru membuat tanaman menjadi rusak dan bukannya membuat produksi tanaman semakin meningkat. Bahkan, ada petani yang sampai mengalami gagal panen pada beberapa kasus.

Cara Tepat Dalam Menggunakan Pestisida-compressed

Secara umum, petani merasa bahwa penggunaan pestisida sangat penting dan ada beberapa alasan yang menyebabkan hal itu terjadi yaitu pestisida sering kali lebih murah, fungsinya untuk membasmi hama, dan berbagai alasan lain, pestisida dapat digunakan dengan cepat saat dibutuhkan, dan cara yang sangat efektif untuk mengendalikan OPT atau Organisme Pengganggu Tumbuhan saat tidak ada masalah resistensi.

Cara Tepat Dalam Menggunakan Pestisida

Berikut beberapa cara tepat dalam menggunakan pestisida agar pestisida tidak digunakan dengan cara yang salah yang justru menyebabkan tanaman akan terancam rusak.

1. Tepat sasaran

Sifat yang dimiliki setiap hama tanaman berbeda-beda, oleh sebab itu cara memperlakukannya pun juga harus berbeda. Kita harus memperhatikan tanaman kita untuk menentukan hama apa yang mengganggu di sana sehingga dapat kita jadikan sebagai sasaran pestisida, hal itu dilakukan agar penggunaan pestisida tepat sasaran. Selanjutnya, untuk membasmi hama tersebut barulah kita menentukan pestisida yang tepat.

2. Tepat jenis

Pestisida juga terdiri dari berbagai jenis sama seperti hama. Penggunaan jenis pestisida tertentu harus sesuai dengan jenis hama yang ingin dibasmi, hal ini seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Karena alih-alih membasmi hama, penggunaan jenis pestisida yang salah juga dapat berpengaruh pada kualitas tanaman, oleh sebab itu pastikan jangan sampai kita menggunakan jenis pestisida yang salah.

Sebaiknya cari tahu dulu pestisida yang dibutuhkan, sebelum memutuskan untuk membeli jenis pestisida tertentu. Seperti rodentisida atau pengendali tikus, akarisida atau pengendali tungau, fungisida atau pengendali jamur, moluskisida atau pengendali moluska seperti keong mas, insektisida atau pengendali serangga, bakterisida atau pengendali penyakit yang disebabkan oleh bakteri, dll.

Tidak jarang, petani juga mencampurkan 2 jenis pestisida dalam menggunakan pestisida. Jika kita tidak tahu secara jelas kesesuaiannya, hal tersebut sebaiknya dihindari. Cara lain yang dapat kita lakukan untuk mengetahui kesesuaian 1 jenis pestisida dengan pestisida lainnya selain memperhatikan labelnya adalah dengan melarutkannya satu sama lain. Apabila larutan tersebut membentuk beberapa lapisan atau tidak tercampur merata berarti kedua jenis pestisida tersebut tidak seharusnya dicampur atau tidak sesuai.

3. Tepat waktu

Setiap tahap memiliki aturan waktu tertentu dalam membudidayakan tanaman. Dengan alasan agar semua hamanya bisa dibasmi, kita juga harus memperhatikan waktu yang tepat dan tidak boleh terus-menerus menggunakan pestisida sebagai pengendali hama dan penyakit.

Untuk menentukan kapan sebaiknya kita mengaplikasikan pestisida pada tanaman , ada beberapa hal yang menjadi dasar seperti pengulangan aplikasi pestisida sesuai kebutuhan, kecepatan angin tinggi, banyaknya hama yang perlu dikendalikan, cuaca panas terik serta kondisi lingkungan yang sebaiknya kita tidak mengaplikasikan pestisida pada tanaman saat hujan.

Ada beberapa tahap yang harus kita tahu dalam penggunaan pestisida, antara lain:

  • Tahap preventif merupakan tahapan yang dilakukan sebelum ada penyerangan hama,
  • Tahap berjadwal merupakan tahapan yang dilakukan dengan durasi waktu tertentu, contohnya sekali seminggu
  • Tahap kuratif merupakan tahapan yang dilakukan sesudah ada serangan hama
  • Tahap berdasarkan ambang pengendalian atau banyaknya hama

4. Tepat dosis dan konsentrasi

Pemberian pestisida untuk tanaman sebenarnya hampir sama seperti obat yang diberikan pada manusia yang sedang sakit yaitu sebaiknya tepat dosis, tidak boleh kurang, apalagi berlebihan. Takaran pestisida yang dibutuhkan untuk setiap satuan luas, contohnya 5 liter per hektar adalah dosis itu sendiri. Untuk mengenai seberapa banyak pestisida yang dibutuhkan untuk luas lahan tertentu, petani harus melakukan survei kecil terlebih dahulu.

Konsentrasi merupakan hal lain yang tidak kalah penting dalam pengaplikasian pestisida selain dosis. Konsentrasi itu sendiri juga merupakan banyaknya pestisida yang dibutuhkan untuk setiap satuan aplikasi, seperti 0,5 ml/L air. Sesuatu hal dapat membahayakan bagi kesehatan tanaman apabila petani kurang memperhatikan dosis dan konsentrasi pestisida yang digunakan.

5. Tepat cara

Sesuai kebutuhan, pengaplikasian pestisida untuk tanaman dapat menggunakan berbagai cara misalnya pengasapan, penyemprotan, fumigasi, penaburan dan sebagainya. Dengan cara yang sesuai dan anjuran yang ditetapkan, aplikasikan pestisida secara baik. Jika anjuran mengatakan bahwa pestisida tersebut seharusnya disemprotkan ke tanaman, jangan menyiramkan pestisida secara langsung ke tanaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Cart (0 items)

No products in the cart.