Bagian Kulkas dan Fungsinya

Bagian kulkas dan fungsinya – Kulkas atau lemari pendingin sepertinya sudah menjadi peralatan elektronik yang dimiliki hampir setiap orang. Dengan adanya kulkas tentu akan membuat bahan makanan yang kita simpan bisa lebih awet. Akan tetapi Anda juga harus siap dengan konsumsi listrik yang akan meningkat.

Bagian Kulkas dan Fungsinya

Sebagai tempat penyimpanan bahan makanan, secara umum kulkas mempunyai 3 bagian utama. Seringkali kebanyakan orang masih kurang tepat dalam melakukan penyimpanan bahan makanan di dalam kulkas. Setiap bagian kulkas mempunyai fungsinya sendiri, untuk menambah pengetahuan Anda, berikut adalah fungsi dari setiap bagian kulkas :

Bagian kulkas dan fungsinya

1. Freezer

Bagian kulkas yang satu ini digunakan untuk menyimpan bahan makanan yang memerlukan suhu sangat dingin. Suhu dingin pada bagian ini bisa mencapai -18°C hingga -23°C, di bagian ini pula air bisa berubah menjadi es. Bagian ini sering digunakan dalam pembuatan es batu.

2. Refrigerator

Bagian ini merupakan bagian paling luas dalam kulkas, suhu pada bagian ini berkisar antara 3°C – 5°C. Pada suhu tersebut juga membuat mikroba tidak dapat tumbuh dan berkembang biak. Meskipun cukup luas, akan tetapi harus diperhatikan pula bahwa jangan menyimpan terlalu banyak bahan makanan pada bagian ini. Refrigerator tetap membutuhkan ruang untuk sirkulasi udaranya agar penyebaran dingin dapat merata.

3. Chiller

Bagian ini biasanya menjadi satu dengan refrigerator, akan tetapi bagian ini didesain dengan memberi sekat agar suhunya lebih dingin dari refrigerator. Suhu pada bagian ini umumnya berkisar antara 2°C – 5 °C. Anda bisa menempatkan material atau bahan segar pada bagian ini.

Setelah mengetahui bagian umum yang ada di kulkas, maka selanjutnya penting bagi kita untuk mengetahui penempatan bahan makanan yang tepat di setiap bagian. Berikut adalah penempatan yang tepat untuk beberapa bahan makanan di dalam kulkas :

  • Frozen Food

Jenis makanan frozen food sebaiknya diletakkan pada bagian freezer untuk menjaga kualitasnya. Meskipun frozen food sudah terjamin kebersihannya, namun agar lebih menjamin keamanannya tempatkanlah pada bagian freezer. Dengan begitu bila secara tidak sengaja ada kontaminasi bakteri maka bakteri tidak dapat tumbuh dan berkembang.

  • Daging

Kesalahan yang umum dalam penyimpanan daging adalah kita membiarkannya disimpan pada suhu ruangan dalam waktu yang lama. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan karena daging beresiko terkontaminasi bakteri. Cara menyimpan daging di kulkas sebaiknya disimpan di dalam chiller karena suhunya pas untuk menjaga tekstur dan citarasa daging. Menempatkan daging di dalam freezer juga bukan merupakan hal yang salah, namun pastikan daging ditempatkan di dalam chiller terlebih dahulu. Namun patut diketahui bahwa daging yang ditempatkan di dalam freezer akan membeku dan membuat tekstur dan cita rasanya berubah.

  • Sayur dan Buah

Meskipun tidak semua sayur dan buah harus disimpan dalam kulkas, namun kulkas dapat memperlambat proses pematangan sayur dan buah sekaligus menjaga kesegarannya. Kulkas memang dapat membantu sayur dan buah tetap segar. Akan tetapi pada beberapa jenis sayuran bila ditempatkan di dalam kulkas akan membuat kandungan air di dalamnya membeku. Hal ini tak jarang justru membuatnya layu dan kering. Namun untuk beberapa jenis sayur dan buah seperti brokoli, wortel, kol, apel, terong, dll sebaiknya disimpan di dalam kulkas.

Jenis makanan tersebut mengandung protein tinggi yang kaya nutrisi ini merupakan  jenis makanan yang rentan ditumbuhi bakteri. Bahkan untuk berbagai jenis produk turunannya juga sama-sama punya resiko yang tinggi ditumbuhi bakteri. Untuk jenis makanan ini sebaiknya disimpan di dalam bagian chiller.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Cart (0 items)
No products in the cart.