7 Model Jembatan di Dunia

7 Model Jembatan di Dunia – jembatan merupakan bangunan yang sangat mengagumkan dan bermanfaat yang telah dibuat manusia. Dari masa ribuan tahun lalu hingga masa sekarang. Selama ini kita sering melewati jembatan-jembatan namun kita tidak tahu cara pembuatannya atau mungkin bisa menganggap pembuatan jembatan itu mudah dilakukan seperti pembuatan jalan biasa. 

Sebagai seorang arsitektur mereka harus mengerahkan segala ilmunya dalam mendesain sebuah jembatan di berbagai tempat yang tentunya memiliki kebutuhan berbeda. Dari situlah mereka harus bisa memperhitungkan untuk menentukan desain jembatan yang tepat untuk kondisi tempatnya. Karena bila salah model atau salah perhitungan jembatan bisa cepat rusak atau bahkan runtuh seperti yang dibahas pada artikel berikut Jembatan Rusak. 

Sebagaian besar arsitektur dalam mendesain jembatan selalu memperhatiakan dua hal berikut yaitu tegangan dan kompresi, apa itu tegangan dan kompresi ?
Tegangan dan kompresi merupakan konsep dimana aristektur memiliki tujuan untuk mengurangi semaksimal mungkin tegangan dan kompresi tersebut dengan tujuan untuk mengurnagi resikonya terjadi tekuk adan gertakan.

Ilustrasinya dapat dilihat dibawah ini , dimana Tension ( tegangan ) , dan compresion ( tekanan) dibuat seminimal mungkin karena model jembatannya

Dari ilustrasi tersebut kita dapat mengetahui bahwa terdapat empat komponen utama dalam pembuatan jembatan yaitu beams ( balok-balok ), arches ( lengkungan ), trusses (gulungan) dan suspensions( suspensi)

dengan empat komponen utama tersebut itu para arsitektur juga masih mampu untuk mendesain jembatannya dengan baik, berikut 7 Model Jembatan di Dunia :

 

  • Beam Bridhe

 

Beam bridge merupakan model jembatan yang paling sederhana dan sering digunakan, dimana jembatan ini Terdiri dari balok jalan horizontal serta ditumpu oleh balok batu yang menahan jalanan horizontal. Balok penumpu yang digunakan biasanya terbuat dari beton, dan batang baja tertanam dalam untuk menahan kekuatan ketegangan.

Model yang seperti ini biasanya digunakan 

 

  • Truss Bridge

Truss Bridge atau dikenal juga dengan Beam Bridge with Truss merupakan desain versi yang lebih kokoh dibandingkan dengan Beam Bridge. Hal ini dikarenakan adanya Truss atau kerangka yang umumnya berbentuk tringular untuk menahan beban lebih baik seperti gambar di atas Desain truss biasanya varian dari segitiga, yang bisa menciptakan kedua struktur yang sangat kaku dan salah satu fungsinya mentransfer beban dari satu titik ke daerah yang jauh lebih luas sehingga tidak bertumpu pada satu titik

 

  •  Arch Bridge

Karena memiliki desain yang melengkung pada bagian bawahnya seperti sebuah panahan yang membentuk sebuah parabola maka jembatan ini disebut sebagai Arch Bridge. Jika dilihat secara kasat mata memang desain ini nampak lebih rumit dari desain yang sebelumnya namun kenyataanya dalam proses pembuatannya jembatan ini lebih mudah serta lebih memerluka sedikit material yang digunakan. 

Desain yang ini merupakan jembatan yang memiliki kekuatan cukup tinggi sehingga mampu menampung jumlah beban yang lebih banyak bahkan dari desain Truss Bridge

 

  • Suspension Bridge

 

Jembatan ini sebenarnya sering dikenal oleh masyarakat kita sebagai jembatan gantung lantaran jembatan ini memiliki komponen yang terdiri dari menara dan tali/rantai/kabel serta jangkar yang mengingkat untuk menjadi sebuah sistem yang digunakan dalam mengurangi tegnagan dan kompresi. Jembatan ini merupakan jembatan yang paling populer terlebih lagi untuk area pariwasata atau area yang memiliki perairan sangat luas 

 

  • Cantilever Bridge

Jembatan ini merupakan jembatan yang memiliki tiga bentang yaitu bentang luar keduanya dibawah dan Cantilever di atas saluran yang akan menyeberang. Rentang tengah bersandar pada lengan Cantilever yang membentang dari rentang luar yang berfungsi membawa beban vertikal seperti pada jembatan Truss lebih gampangnya ya liatin gambar diatas intinya jembatan ini terbagi dalam tiga ruas yang masing2 memiliki peran untuk menahan tegangan dan kompresi

 

  • Cable-Stayed Bridge

Sekilas desain jembatan Cable-stayed mirip dengan jembatan gantung (suspension bridge) hal ini karena sama-sama memiliki jalan yang menggantung serta dua menara. Tapi dua jembatan tersebut memiliki fungsi untuk menahan beban jalan dengan sistem yang berbeda. Hal tersebut dibedakan pada bagian kabel yang terhubunng ada menara. Jembatan ini memiliki kabel yang melekat pada menara dan setiap kabel memiliki beban sendiri yang tentunya berbeda dengan suspension design

Jembatan ini bisa dibilang merupakan pembaruan dari jemabtan suspension karena jembatan ini mengatasi kekurangan jembatan suspension dari banyak aspek seperti biaya pembuatan hingga material yang dibutuhkan. Sehingga untuk jembatan-jembatan yang baru dibuat pada masa sekarang ini lebih sering menggunakan model ini.

 

  • The Living Bridge

Nah untuk jembatan yang satu ini merupakan jembatan yang tidak ada campur tangan manusia dalam pembuatannya. Karena jembatan ini terbentuk secara alami, jembatan ini bisa terbentuk dari beragam bahan seperti akar ranting dan sebagainya. Biasanya jembatan seperti ini ditemui pada area yang ditumbuhi pohon lebat, rawa atau kawasan yang lembab dan basah.

Begitulah model jembatan yang ada didunia ini. Lalu dari 6 model yang dapat dibuat manusia tersebut bagaimana cara membuatnya ? mari kita baca artikel pembuatan jembatan berikut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Cart (0 items)
No products in the cart.